Febriza, Alip and Nugroho, Dimas (2025) PENINGKATAN KUALITAS BIOMASSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MELALUI PROSES TOREFAKSI BASAH. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text (Fulltext)
Alip Febriza_3335190011_Fulltext.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (Bab 1)
Alip Febriza_3335190011_01.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 2)
Alip Febriza_3335190011_02.pdf Download (380kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Alip Febriza_3335190011_03.pdf Download (211kB) |
|
|
Text (Bab 4)
Alip Febriza_3335190011_04.pdf Download (252kB) |
|
|
Text (Bab 5)
Alip Febriza_3335190011_05.pdf Download (129kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Alip Febriza_3335190011_Lamp.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Daftar Referensi)
Alip Febriza_3335190011_Ref.pdf Download (139kB) |
|
|
Text (CP)
Alip Febriza_3335190011_CP.pdf Download (7MB) |
Abstract
Limbah tandan kosong kelapa sawit adalah salah satu limbah padat yang hingga saat ini masih belum banyak dimanfaatkan. Selama ini limbah tandan kosong hanya dimanfaatkan sebagai penimbun tanah atau sebagai pupuk kompos. Meskipun sudah dimanfaatkan, nyatanya sisa tandan kosong kelapa sawit masih dibiarkan menumpuk. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah potensi dari tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan bakar masih dapat ditingkatkan dengan metode tertentu dengan cara menganalisa nilai kalor dari tandan kosong melalui wet torrefaction atau torefaksi basah. Torefaksi dilakukan dengan metode wet torrefaction dengan menggunakan reaktor torefaksi. Torefaksi diawali dengan pencampuran biomass tandan kosong dan akuades dengan perbandingan 1 : 100 berat/volume . Tandan kosong dimasukkan ke dalam reaktor untuk dipanaskan dengan suhu 200°C, 250°C, dan 300°C. Suhu akan dijaga selama 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Setelah pemanasan selesai dan suhu sudah kembali ke suhu ruang, biomass dari reaktor akan dikeringkan dari air yang digunakan pada proses torefaksi dengan menggunakan oven pada suhu 105°C selama 30 menit. Variasi treatment dengan nilai kalor tertinggi dicapai pada suhu 300°C dengan waktu tinggal 60 menit yaitu 5780.206 kal/g. Sementara Variasi treatment dengan nilai kalor terendah pada suhu 200°C dengan waktu tinggal 30 menit menghasilkan nilai kalor sebesar 4165.130 kal/g. Dari hasil uji yang diproses membuktikan bahwa Semakin lama waktu dan semakin tinggi suhu yang digunakan untuk melakukan torefaksi maka semakin tinggi nilai kalor yang akan dihasilkan.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry T Technology > TP Chemical technology |
||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik > 24201-Jurusan Teknik Kimia | ||||||
| Depositing User: | Alip Febriza | ||||||
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 03:17 | ||||||
| Last Modified: | 10 Dec 2025 03:17 | ||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/56527 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
