ABDUL, HAMID HADIYAN (2025) PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN MANGAN SERTA VARIASI TEMPERATUR PENUANGAN TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI, SIFAT MEKANIK, DAN STRUKTUR MIKRO SCRAP ALUMINUM. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text (Bab 1)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_01.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 2)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_02.pdf Download (802kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_03.pdf Download (224kB) |
|
|
Text (Bab 4)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_04.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 5)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_05.pdf Download (207kB) |
|
|
Text (Daftar Refrensi)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_Ref.pdf Download (191kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_Lamp.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Fulltext)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_Fulltext.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (Cek Plagiasi)
Abdul Hamid Hadiyan_3334180035_CP.pdf Download (4MB) |
Abstract
Pemanfaatan limbah aluminium seperti velg kendaraan bekas menjadi solusi potensial dalam mengurangi ketergantungan terhadap aluminium impor sekaligus mendukung konsep keberlanjutan di sektor industri logam. Namun, tantangan utama dalam pemanfaatan aluminium daur ulang adalah kandungan besi (Fe) yang berlebihan, yang dapat berdampak negatif terhadap sifat mekanik dan ketahanan korosinya. Penelitian ini mengevaluasi efek dari variasi penambahan unsur mangan (Mn) dan temperatur penuangan terhadap penurunan kadar Fe, perubahan sifat mekanik, serta morfologi mikrostruktur aluminium hasil daur ulang. Proses peleburan ulang (remelting) dilakukan dengan bantuan Ceramic Foam Filter (CFF) sebagai media filtrasi logam cair. Mangan ditambahkan dengan variasi konsentrasi sebesar 0,5%, 1%, dan 1,5%, serta penuangan dilakukan pada suhu 670°C, 700°C, dan 730°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Mn pada aluminium daur ulang membentuk fasa intermetalik berbentuk Chinese script yang dapat meningkatkan kekuatan, tetapi penyebaran yang tidak merata dapat menyebabkan kerapuhan material. Suhu penuangan 700 °C menghasilkan struktur mikro paling halus dan homogen, dengan distribusi fasa intermetalik yang merata serta porositas paling rendah. Kombinasi terbaik diperoleh pada penambahan Mn sebesar 1,0% dan suhu penuangan 700 °C, yang memberikan kekuatan tarik dan yield strength tertinggi. Hasil pengamatan mikrostruktur menunjukkan adanya fasa intermetalik dan porositas mikro, di mana porositas menjadi faktor utama penurunan kekuatan, terutama pada nilai elongasi.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy T Technology > TS Manufactures |
|||||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi | |||||||||
| Depositing User: | Ardiansyah Dimas Ksatria | |||||||||
| Date Deposited: | 04 Dec 2025 06:56 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Dec 2025 09:36 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/56483 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
