Ramdhani, Novita (2025) ANALISIS PENGARUH INVESTASI ENERGI BARU TERBARUKAN (EBT) TERHADAP STABILITAS EKONOMI NEGARA BRICS DI ERA TRANSISI ENERGI. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASAA.
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_01.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_02.pdf Restricted to Registered users only Download (532kB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_03.pdf Restricted to Registered users only Download (371kB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_04.pdf Restricted to Registered users only Download (502kB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_05.pdf Restricted to Registered users only Download (209kB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_REFF.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) | Request a copy |
|
|
Text
Novita Ramdhani_5553210034_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (561kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) terhadap Stabilitas Ekonomi di negara-negara BRICS selama periode 2000–2023, dalam konteks pergeseran global menuju transisi energi bersih. Negara BRICS memiliki posisi strategis dalam agenda transisi energi global mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap konsumsi energi dan emisi karbon dunia. Penelitian ini memanfaatkan model Pooled Mean Group (PMG) untuk mengkaji pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari variabel-variabel makroekonomi seperti Inflasi, Keterbukaan Perdagangan, Kredit Domestik, Indeks Stabilitas Politik, dan Rasio Utang terhadap PDB terhadap Stabilitas Ekonomi, yang diukur menggunakan Indeks Risiko Ekonomi dari International Country Risk Guide (ICRG). Hasil analisis menunjukkan bahwa Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) memiliki pengaruh negatif dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) justru menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Stabilitas Ekonomi, yang kemungkinan besar disebabkan oleh investasi sektor riil dan energi bersih, berkontribusi pada diversifikasi energi, ketahanan ekonomi, serta penciptaan nilai tambah jangka panjang, yang kemudian memperkuat stabilitas ekonomi secara struktural. Selain itu, variabel Kredit Domestik dan Rasio Utang terhadap PDB juga ditemukan memiliki efek negatif terhadap Stabilitas Ekonomi. Studi ini menegaskan pentingnya kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, dan dukungan kelembagaan yang kuat untuk mendorong investasi di sektor energi bersih sebagai upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan netralitas karbon di negara-negara berkembang yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) terhadap Stabilitas Ekonomi di negara-negara BRICS selama periode 2000–2023, dalam konteks pergeseran global menuju transisi energi bersih. Negara BRICS memiliki posisi strategis dalam agenda transisi energi global mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap konsumsi energi dan emisi karbon dunia. Penelitian ini memanfaatkan model Pooled Mean Group (PMG) untuk mengkaji pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari variabel-variabel makroekonomi seperti Inflasi, Keterbukaan Perdagangan, Kredit Domestik, Indeks Stabilitas Politik, dan Rasio Utang terhadap PDB terhadap Stabilitas Ekonomi, yang diukur menggunakan Indeks Risiko Ekonomi dari International Country Risk Guide (ICRG). Hasil analisis menunjukkan bahwa Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) memiliki pengaruh negatif dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) justru menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Stabilitas Ekonomi, yang kemungkinan besar disebabkan oleh investasi sektor riil dan energi bersih, berkontribusi pada diversifikasi energi, ketahanan ekonomi, serta penciptaan nilai tambah jangka panjang, yang kemudian memperkuat stabilitas ekonomi secara struktural. Selain itu, variabel Kredit Domestik dan Rasio Utang terhadap PDB juga ditemukan memiliki efek negatif terhadap Stabilitas Ekonomi. Studi ini menegaskan pentingnya kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, dan dukungan kelembagaan yang kuat untuk mendorong investasi di sektor energi bersih sebagai upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan netralitas karbon di negara-negara berkembang yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Renewable Energy Investment (REI); Economic Stability; Energy Transition; BRICS; PMG-ARDL Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT); Stabilitas Ekonomi; Transisi Energi; BRICS; PMG-ARDL | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory | |||||||||
| Divisions: | 05-Fakultas Ekonomi dan Bisnis 05-Fakultas Ekonomi dan Bisnis > 60201-Program Sarjana Ilmu Ekonomi Pembangunan |
|||||||||
| Depositing User: | Ms Novita Ramdhani | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 03:09 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Jan 2026 03:09 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/56464 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
