Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

STRATEGI KOMUNIKASI DINAS PARIWISATA PROVINSI BANTEN DALAM MENDUKUNG KAMPUNG ADAT BADUY SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA

KIRANA, ADITYA CANDRA (2025) STRATEGI KOMUNIKASI DINAS PARIWISATA PROVINSI BANTEN DALAM MENDUKUNG KAMPUNG ADAT BADUY SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Aditya Candra Kirana_6662190178_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)

Abstract

This study discusses the Baduy Traditional Village as a cultural tourism destination in Banten that helps increase the income of the Lebak community living around it. Its appeal comes from the Baduy Tribe indigenous community who maintain their culture and ancestral values. The Banten Provincial Tourism Office plays an important role in designing strategies to develop the Baduy Traditional Village as a cultural-based tourism destination while still respecting the local wisdom of the Baduy indigenous community. This study uses the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) model from George R. Terry, this study examines how communication strategies are designed, organized, implemented, and controlled to increase the cultural tourism appeal of the Baduy Traditional Village. This study is qualitative descriptive, using data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study show that: Planning: The Banten Provincial Tourism Office has developed a strategy to design a tourism program in Banten with a bottom management approach involving inter-sectoral meetings, visiting tourist destinations and communicating directly, resulting in embroidery training programs and local tour guides, promotion through media and cultural events. Organizing: the division of tasks and responsibilities of the Banten Provincial Tourism Office employees is based on the organizational structure that is arranged according to the tasks and functions of each field, if for program needs by involving various parties as needed. Actuating: Implementation through content creation and promotion on social media, Seba Baduy cultural events, as well as training for tour guides and embroidery for the Baduy indigenous community. Controlling: Periodic evaluations are carried out according to the organizational structure, namely per field on a monthly basis and between fields on an annual basis.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorSIHABUDIN, AHMAD0004076511
Thesis advisorDIMYATI, IDI001510780
Additional Information: Penelitian ini membahas tentang Kampung Adat Baduy sebagai destinasi wisata budaya di Banten yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat Lebak yang tinggal di sekitarnya. Daya tariknya berasal dari masyarakat adat Suku Baduy yang menjaga budaya dan nilai-nilai leluhur. Dinas Pariwisata Provinsi Banten berperan penting dalam merancang strategi untuk mengembangkan Kampung Adat Baduy sebagai destinasi wisata berbasis budaya dengan tetap menghormati kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat adat Baduy. Penelitian ini menggunakan model POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dari George R. Terry, penelitian ini mengkaji bagaimana strategi komunikasi dirancang, diorganisasikan, diimplementasikan, dan dikontrol untuk meningkatkan daya tarik wisata budaya Kampung Adat Baduy. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Planning (Perencanaan): Dinas Pariwisata Provinsi Banten menyusun strategi untuk merancang program pariwisata di Banten dengan pendekatan manajemen bawah (bottom management) yang melibatkan rapat antar bidang, mengunjungi destinasi wisata dan berkomunikasi secara langsung, dihasilkannya program pelatihan menyulam dan pemandu wisata lokal, promosi melalui media dan event budaya. Organizing (Pengorganisasian): pembagian tugas dan tanggung jawab pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Banten berpatokan pada struktur organisasi yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi (tupoksi) masing-masing bidang, jika untuk kebutuhan program dengan melibatkan berbagai pihak sesuai yang dibutuhkan. Actuating (Pelaksanaan): Implementasi melalui pembuatan konten dan promosi di media sosial, event budaya Seba Baduy, serta pelatihan bagi pemandu wisata dan menyulam untuk masyarakat adat Baduy. Controlling (Pengawasan): Evaluasi berkala dilakukan sesuai struktur organisasi, yaitu per-bidang secara bulanan dan antar bidang dilakukan secara tahunan.
Uncontrolled Keywords: The Government Tourism of Banten Province, Baduy, Cultural Tourism, POAC. Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Baduy, Wisata Budaya, POAC.
Subjects: Communication > Communication (General)
Divisions: 06-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
06-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201-Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Aditya Candra Kirana
Date Deposited: 29 Oct 2025 08:16
Last Modified: 29 Oct 2025 08:17
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/55596

Actions (login required)

View Item View Item