Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISIS PENGARUH VARIASI TEMPERATURE TERHADAP VOLUME MAKSIMAL PADA MESIN ROTARY DRYER PENGOLAHAN LIMBAH OLI

Muhamad Gusti, Maulana Ainul Yaqin (2025) ANALISIS PENGARUH VARIASI TEMPERATURE TERHADAP VOLUME MAKSIMAL PADA MESIN ROTARY DRYER PENGOLAHAN LIMBAH OLI. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_Fulltext.pdf

Download (4MB)
[img] Text
M.Gusti Maulana_3331210087_01.pdf

Download (1MB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_02.pdf

Download (428kB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_03.pdf

Download (768kB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_04.pdf

Download (572kB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_CP.pdf

Download (7MB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_Ref.pdf

Download (213kB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_Lamp.pdf

Download (1MB)
[img] Text
M.GUSTI MAULANA_3331210087_CP.pdf

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur terhadap hasil pengolahan limbah oli menggunakan mesin rotary dryer, guna menghasilkan produk serbuk padat yang bernilai guna. Limbah oli yang digunakan adalah oli bekas jenis SAE 15W-40 dengan volume sebesar 5000 gram. Proses pengeringan dilakukan pada tiga variasi suhu, yaitu 250°C, 300°C, dan 350°C, dengan durasi pengeringan tetap selama 60 menit pada setiap pengujian. Parameter yang diamati meliputi berat serbuk hasil pengeringan, kondisi fisik serbuk, serta konsumsi gas LPG sebagai bahan bakar pemanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap efektivitas pengeringan. Pada suhu 250°C, serbuk yang dihasilkan rata-rata sebesar 101 gram masih dalam kondisi basah. Pada suhu 300°C, berat serbuk menurun menjadi 84,6 gram dengan kondisi mulai mengering, sedangkan pada suhu 350°C, diperoleh 69,3 gram serbuk dalam kondisi kering sempurna. Konsumsi gas juga meningkat seiring kenaikan suhu, yaitu sebesar 3,5 kg pada 250°C, 4,2 kg pada 300°C, dan 5 kg pada 350°C. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa suhu 300–350°C merupakan rentang suhu optimal untuk menghasilkan serbuk limbah oli yang lebih kering dan stabil.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorHendra, Hendra197311182003121002
Additional Information: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur terhadap hasil pengolahan limbah oli menggunakan mesin rotary dryer, guna menghasilkan produk serbuk padat yang bernilai guna. Limbah oli yang digunakan adalah oli bekas jenis SAE 15W-40 dengan volume sebesar 5000 gram. Proses pengeringan dilakukan pada tiga variasi suhu, yaitu 250°C, 300°C, dan 350°C, dengan durasi pengeringan tetap selama 60 menit pada setiap pengujian. Parameter yang diamati meliputi berat serbuk hasil pengeringan, kondisi fisik serbuk, serta konsumsi gas LPG sebagai bahan bakar pemanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap efektivitas pengeringan. Pada suhu 250°C, serbuk yang dihasilkan rata-rata sebesar 101 gram masih dalam kondisi basah. Pada suhu 300°C, berat serbuk menurun menjadi 84,6 gram dengan kondisi mulai mengering, sedangkan pada suhu 350°C, diperoleh 69,3 gram serbuk dalam kondisi kering sempurna. Konsumsi gas juga meningkat seiring kenaikan suhu, yaitu sebesar 3,5 kg pada 250°C, 4,2 kg pada 300°C, dan 5 kg pada 350°C. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa suhu 300–350°C merupakan rentang suhu optimal untuk menghasilkan serbuk limbah oli yang lebih kering dan stabil.
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 21201-Jurusan Teknik Mesin
Depositing User: Muhamad Gusti maulana Muhamad
Date Deposited: 21 Oct 2025 05:58
Last Modified: 21 Oct 2025 05:58
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/55433

Actions (login required)

View Item View Item