Aufa, Salsabilah Akmali and Hidayah, Salsabila Balqis (2025) PENGARUH PENGGUNAAN MORDANT TIMAH KLORIDA PENTAHIDRAT (SnCl4.5H2O) PADA PROSES PENCELUPAN KAIN KATUN DENGAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI KUNYIT (CURCUMA LONGAN LINN). S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text (fulltext)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text (Bab 1)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_01.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 2)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_02.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_03.pdf Restricted to Registered users only Download (35kB) |
|
|
Text (Bab 4)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_04.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) |
|
|
Text (Bab 5)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_05.pdf Restricted to Registered users only Download (92kB) |
|
|
Text (Referensi)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_Referensi.pdf Restricted to Registered users only Download (83kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Salsabilah Akmali Aufa_3335210001_Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (731kB) |
Abstract
Perkembangan penggunaan pewarna alami sebagai pewarna tekstil belakangan ini meningkat. Zat pewarna alam ini diproleh dengan cara ekstraksi atau perebusan secara tradisional. Bahan yang dipilih sebagai zat pewarna alami adalah kunyit (Curcuma Longa Linn). Komponen zat warna atau pigmen pada kunyit yang utama adalah kurkumin yakni sebanyak 2,5-5%, pigmen kurkumin inilah yang memberikan warna kuning pada rimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mordant (SnCl4.5H2O) terhadap kemampuan pencelupan, karakteristik warna, ketahanan warna, sifat tahan luntur pada kain katun. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode dyeing tekstil. Hasil yang di dapat Mordant SnCl4.5H2O memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan pencelupan kain, terutama dalam hal fiksasi pewarna dan ketahanan luntur warna. Hasil uji tahan luntur warna dengan media multifiber yaitu pada kain katun, asetat, polyester, acrilic dan wol rata-rata mendapatkan nilai 4 yang Dimana hasil uji pada kain tersebut bagus dan tidak luntur, sedangkan pada kain nilon mendapatkan nilai 3 dan terdapat luntur dari kain yang kita uji. Pada hasil uji crocking (tahan luntur terhadap gesekan) nilai yang didapat dari hasil uji yaitu 4-5 yang berati hasil uji yang sudah dilakukan sudah bagus karena tidak ada transfer warna. Sedangkan pada uji ketuan warna telah didapatkan nilai ketuaan warna menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi pewarna dan mordan akan mengalami peningkatan atau lebih tua dibandingkan nilai yang konsentrasi yang lebih rendah. Tetapi untuk konsentrasi pewarna kunyit 20% dan konsentrasi mordan 2% serta konsentrasi pewarna kunyit 80% dan konsentrasi mordan 1% mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan konsentrasi yang ada dibawahnya.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Additional Information: | Perkembangan penggunaan pewarna alami sebagai pewarna tekstil belakangan ini meningkat. Zat pewarna alam ini diproleh dengan cara ekstraksi atau perebusan secara tradisional. Bahan yang dipilih sebagai zat pewarna alami adalah kunyit (Curcuma Longa Linn). Komponen zat warna atau pigmen pada kunyit yang utama adalah kurkumin yakni sebanyak 2,5-5%, pigmen kurkumin inilah yang memberikan warna kuning pada rimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mordant (SnCl4.5H2O) terhadap kemampuan pencelupan, karakteristik warna, ketahanan warna, sifat tahan luntur pada kain katun. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode dyeing tekstil. Hasil yang di dapat Mordant SnCl4.5H2O memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan pencelupan kain, terutama dalam hal fiksasi pewarna dan ketahanan luntur warna. Hasil uji tahan luntur warna dengan media multifiber yaitu pada kain katun, asetat, polyester, acrilic dan wol rata-rata mendapatkan nilai 4 yang Dimana hasil uji pada kain tersebut bagus dan tidak luntur, sedangkan pada kain nilon mendapatkan nilai 3 dan terdapat luntur dari kain yang kita uji. Pada hasil uji crocking (tahan luntur terhadap gesekan) nilai yang didapat dari hasil uji yaitu 4-5 yang berati hasil uji yang sudah dilakukan sudah bagus karena tidak ada transfer warna. Sedangkan pada uji ketuan warna telah didapatkan nilai ketuaan warna menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi pewarna dan mordan akan mengalami peningkatan atau lebih tua dibandingkan nilai yang konsentrasi yang lebih rendah. Tetapi untuk konsentrasi pewarna kunyit 20% dan konsentrasi mordan 2% serta konsentrasi pewarna kunyit 80% dan konsentrasi mordan 1% mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan konsentrasi yang ada dibawahnya. | ||||||
| Subjects: | Communication > Science Journalism | ||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik 03-Fakultas Teknik > 24201-Jurusan Teknik Kimia |
||||||
| Depositing User: | Ms. Salsabilah Akmali Aufa | ||||||
| Date Deposited: | 06 Nov 2025 02:37 | ||||||
| Last Modified: | 06 Nov 2025 02:37 | ||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/55061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
