Timbul Halomoan, Allenby (2010) PENGARUH KECEPATAN UJI TARIK TERHADAP YIELD STRENGTH, TENSILE STRENGTH DAN ELONGASI PADА BAJA LEMBARAN PANAS UNTUK APLIKASI KONSTRUKSI. S1 thesis, Fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa.
|
Text (fulltext)
timbul halomoan.pdf Restricted to Registered users only Download (31MB) |
Abstract
Salah satu hal yang menyebabkan belum maksimalnya pengendalian kualitas di Laboratorium Uji Mekanik HSM (Hot Strip Mills) PT. Krakatau Steel adalah karena belum adanya setting kecepatan mesin uji yang menunjukkan kecepatan uji aktual di dalam prosedur uji tarik yang sesuai dengan standar JIS Z 2241 : 1998 pada baja aplikasi konstruksi. Untuk mengetahui kecepatan uji tarik, batas setting speed dan pengaruh kecepatan uji tarik terhadap sifat mekanik baja aplikasi konstruksi, maka dilakukan uji tarik sesuai standar JIS Z 2241 : 1998. Hasil pengujian dengan setting speed 1 konstan (100) dan angka setting speed 2 (0,5; 1,7; 3; dan 10) untuk spesimen 1B dengan tebal 6 mm, setting speed 2 (1; 2,5; 4; dan 9) untuk tebal 12 mm, setting speed 2 (1,5; 3; 5; dan 9) untuk tebal 20 mm menunjukkan bahwa semakin besar setting speed penarikan spesimen, maka semakin tinggi kecepatan uji tarik. Pada zona 1 dengan tebal 6 mm, batas setting speed di dapat antara 0,5-3, tebal 12 mm batas setting speed di dapat antara 1-4, tebal 20 mm batas setting speed di dapat antara 1,5-5, sedangkan pada zona 2 untuk tebal 6 mm berada antara 6-10, tebal 12 mm berada antara 5,5-10, dan tebal 20 mm berada antara 6-10. Hasil pengujian dengan setting speed 1 konstan (100) dan angka setting speed 2 (1,5; 2,3; 3; dan 9) untuk baja spesimen 1A dengan tebal 6 mm, setting speed 2 (1,5; 3; 4; dan 9) untuk tebal 12 mm, setting speed 2 (1,5; 4; 5,5; dan 9) untuk tebal 20 mm menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan uji tarik, maka semakin besar setting speed penarikan spesimen. Pada zona 1 dengan tebal 6 mm, batas setting speed di dapat antara 1,5-3, tebal 12 mm batas setting speed di dapat antara 1,5-4, tebal 20 mm batas setting speed di dapat antara 1,5-5,5 sedangkan pada zona 2 untuk tebal 6 mm berada antara 6,5-10, tebal 12 mm berada antara 6,5-10, dan tebal 20 mm berada antara 6-10. Semakin besar kecepatan uji tarik, maka nilai yield strength dan tensile strength semakin tinggi sedangkan nilai elongasi semakin rendah.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy | |||||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi | |||||||||
| Depositing User: | SISWA MAGANG FT | |||||||||
| Date Deposited: | 26 Sep 2025 08:55 | |||||||||
| Last Modified: | 26 Sep 2025 08:55 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
