HARDHIANTO, BAUI (2010) PENGARUH TEMPERATUR DAN KOMPOSISI BATUBARA TERHADAP KARAKTERISTIK REDUKSI NIKEL LATERIT KADAR RENDAH. S1 thesis, Fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa.
|
Text (fulltext)
baul hardhianto .pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
Abstract
Indonesia memiliki potensı sumber daya alam berupa cadangan bijih nikel sebesar 3,2 miliar ton atau sekitar 5 persen dari cadangan nikel dunia [Ridwan, 2008] Untuk biiih nikel laterit, Indonesia memilki cadangan terbesar setelah New Caledonia Letak cadangan terbesar di Sulawesi, Irian Jaya, dan Kalimantan, dengan cadangan total diperkirakan mencapai 991,2 juta ton berupa bijih silikat dan oksida (laterit) dengan kadar nikel rata-rata 1,42%[Ginting, 1985] Selain nikel, Indonesia juga memiliki cadangan sumber daya alam yang lain, seperti batubara Potensi cadangan batubara melimpah yakni sekitar 61,366 milyar ton yang tersebar lebih dari 19 propinsi di Indonesia[DepESDM, 2005] Cadangan batubara Indonesia didominasi oleh jenis lignite sebesar 59%, subbituminous sebesar 27%, bituminous sebesar 14% dan anthracite sebesaг 0,5% yang tersebar di berbagai daerah[Miranti, 2008] Melihat begitu besarnya potensi nikel dan batubara, maka diperlukan suatu teknologi pengolahan nikel yang juga dapat memanfaatkan batubara dalam prosesnya Teknologi yang tepat yaitu reduksi nikel dengan reduktor batubara Proses reduksi yang dilakukan menggunakan Muffle Furnace berskala laboratorium Batubara yang digunakan yaitu jenis sub-bituminous karena memiliki kandungaı karbon yang cukup tinggi dan sesuai untuk proses reduksi Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristil. hasil reduksi nikel (produk berupa feronikel) berkadar 1,25% asal Halmahera berdasarkan variasi temperatur, serta menentukan variasi komposisi bahan oaku dan reduktor yang tepat Variasi temperatur yang digunakan. yaitu 900, 1000, dan 1100°C sedangkan untuk komposisi baharı baku dan reduktor berupa bijih nikel laterit batubara adalah masing-masing 25%.75%, 30% 70%, 35%65% Berdasarkan percobaaan yang telah dilakukan untuk reduksi nikel laterit dengan variasi temperatur (900,1000, dan 1100°C) dan komposisi campuran batubara-nikel laterit, ditemukan bahwa tidak terjadi proses reduksi untuk nikel oksida, Berbeda dengan nikel, Fe metal dapat terbentuk pada temneratur 900,1000, dan 1100°C, baik pada komposisi batubara 25, 30 maupun 35% Hal ini berarti terjadi reduksi untuk hematite menjadi Fe, sehinnga persen metalisasi dapat diketahui Persen metalisasi Fe terbesar diperoleh pada konposisi batubara 30%, dan pada temperatur 1000°C (57,15%)
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy | |||||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi | |||||||||
| Depositing User: | SISWA MAGANG FT | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Sep 2025 04:47 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Sep 2025 04:47 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54943 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
