Liza, Agung
(2013)
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN
PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC)
DAN PERBAIKAN DENGAN PENDEKATAN
SIX SIGMA.
S1 thesis, Fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa.
Full text not available from this repository.
Abstract
PT. Korma Jaya Utama merupakan perusahaan manufaktur yang
bergerak di bidang produksi kecap. Supplier memegang peranan penting dalam
jaringan rantai pasok PT. Korma Jaya Utama, disaat pemasok tidak dapat
memenuhi kebutuhan perusahaan maka aktivitas produksi hingga distribusi
menjadi terganggu. Untuk meningkatkan koordinasi antara supplier, perusahaan,
hingga distribusi ke konsumen, pengukuran akan kinerja supply chain diperlukan
demi tercapainya manajemen kinerja yang efektif yang mampu mengevaluasi
kinerja supply chain. Pada saat ini, PT. Korma Jaya Utama belum memiliki
sistem pengukuran kinerja yang mengukur kinerja rantai pasok dalam internal
perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kinerja rantai pasok
perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard, menentukan indikator
kinerja rantai pasok kritis, dan melakukan perbaikan untuk meningkatkan kinerja
rantai pasok kritis dengan pendekatan Six Sigma. Penelitian ini menggunakan
pendekatan Balanced Scorecard sebagai pengukuruan kinerja rantai pasok
perusahaan menghasilkan Indikator Kinerja (Key Performance Indicator) Rantai
Pasok sebagai ukuran kinerja empat perspektif dimana indikator kinerja (KPI)
kritis dilakukan tahap-tahap perbaikan dengan program-program Six Sigma yaitu
Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Hasil dari penelitian ini
diketahui Indikator Kinerja Rantai Pasok Kritis adalah kekurangan bahan baku
kedelai, keluhan pelanggan, Purchase Order Cycle Time, tingkat buffer stock, dan
ongkos distribusi. Perbaikan yang dilakukan yaitu usulan rencana pencarian
alternatif Supplier kedelai dan Implementasi CSR untuk indikator kinerja
kekurangan bahan baku dan Purchase Order Cycle Time, perbaikan pada
indikator kinerja keluhan pelanggan dengan mengurangi jumlah komplain
dilakukan melalui usulan rencana pelatihan HACCP dan penerapan 5S,
perbaikan pada tingkat Buffer Stock dengan melakukan peramalan produksi yang
akurat, dan perbaikan yang dilakukan untuk peningkatan indikator kinerja ongkos
distribusi dengan minimasi ongkos distribusi melalui Transportation Model QM.
Actions (login required)
 |
View Item |