Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN ITIK PETELUR (Anas Platyrhynchos) UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN PASOKAN TELUR SECARA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SERANG

Nufus, Herawati (2025) STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN ITIK PETELUR (Anas Platyrhynchos) UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN PASOKAN TELUR SECARA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SERANG. Master thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (633kB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_LAMP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
HERAWATI NUFUS_7779210019_REF.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)

Abstract

The demand for duck eggs continues to rise in line with population growth, urbanization, and increasing public awareness of nutritional needs. However, the development of duck farming still faces several challenges such as limited access to quality feed, health management issues, market access, and predominantly smallscale traditional farming systems. Serang Regency has great potential for developing laying duck farming, particularly in areas such as Pontang, Tirtayasa, and Tanara, which are suitable due to their agroclimatic conditions and accessibility. According to BPS (2024), national duck egg production and duck population in Serang are relatively high, but still insufficient to meet local demand, especially for native chicken eggs, leading to dependence on external supply. This study aims to formulate development strategies for laying duck farming in Serang Regency to help fulfill local egg supply needs. Despite its great potential, particularly in Pontang, Tirtayasa, and Tanara, the main challenges lie in low productivity and small business scale. The research applies a SWOT analysis approach to identify internal and external factors affecting development. The findings indicate that the main strengths include land availability, human resources, and market share. Weaknesses lie in traditional management systems and limited access to technology and capital. Strategic opportunities arise from increasing market demand and supportive government policies, while threats include price fluctuations and dependency on external suppliers.Recommended strategies include strengthening farmer institutions, developing processed duck egg products, implementing modern farming technologies, and improving access to markets and financing. These strategies are expected to enhance the productivity and sustainability of laying duck farming in Serang Regency.

Item Type: Thesis (Master)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorAliudin, Aliudin197008052002121001
Thesis advisorSaleh, Khaerul196310162002121001
Additional Information: Permintaan telur itik terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan kesadaran gizi masyarakat. Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pakan berkualitas, manajemen kesehatan, akses pasar, dan pola usaha tradisional skala kecil. Kabupaten Serang memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan itik petelur. Wilayah seperti Pontang, Tirtayasa, dan Tanara cocok untuk usaha ini karena kondisi agroklimat dan aksesibilitasnya. Data BPS (2024) menunjukkan bahwa produksi telur itik nasional dan populasi ternak di Serang cukup tinggi, namun belum mencukupi kebutuhan lokal, terutama untuk telur ayam buras, yang menyebabkan ketergantungan pada pasokan luar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan peternakan itik petelur di Kabupaten Serang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pasokan telur lokal. Kabupaten Serang memiliki potensi yang besar dalam bidang peternakan itik, terutama di wilayah Pontang, Tirtayasa, dan Tanara. Namun, rendahnya produktivitas dan skala usaha kecil menjadi tantangan utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama berada pada ketersediaan lahan, sumber daya manusia, dan pangsa pasar. Sementara itu, kelemahan terletak pada manajemen tradisional dan akses terhadap teknologi serta permodalan. Peluang strategis hadir dari meningkatnya permintaan pasar dan dukungan kebijakan pemerintah, sedangkan ancaman datang dari fluktuasi harga dan ketergantungan pada pemasok luar daerah. Strategi yang disarankan mencakup penguatan kelembagaan peternak, pengembangan produk olahan, penerapan teknologi pemeliharaan modern, dan peningkatan akses terhadap pasar dan pembiayaan. Diharapkan strategi ini dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan peternakan itik di Kabupaten Serang. Kata Kunci: peternakan itik, strategi pengembangan, telur itik, Kabupaten Serang
Uncontrolled Keywords: duck farming, development strategy, duck eggs, Serang Regency, SWOT analysis. peternakan itik, strategi pengembangan, telur itik, Kabupaten Serang, analisis SWOT
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: 08 Pascasarjana > 54108-Magister Ilmu Pertanian
Depositing User: Herawati Nufus
Date Deposited: 22 Aug 2025 02:19
Last Modified: 22 Aug 2025 02:19
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54161

Actions (login required)

View Item View Item