Dharmayanti, Wina (2025) PENGEMBANGAN FORMULA ESTIMASI TOTAL LENGTH IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma) BERDASARKAN PARAMETER MORFOMETRIK. S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (12MB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_CP.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_01.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_02.pdf Restricted to Registered users only Download (355kB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_03.pdf Restricted to Registered users only Download (860kB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_04.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_05.pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_Ref.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
|
|
Text (SKRIPSI)
Wina Dharmayanti_4443210085_Lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
Abstract
The short mackerel (Rastrelliger brachysoma) plays a significant role in Indonesia’s capture fisheries, yet collecting accurate stock data often becomes challenging due to damaged or incomplete specimens that hinder direct total length measurement. This study aims to develop a predictive formula for estimating the total length of R. brachysoma using morphometric parameters as an efficient and non-destructive method. Conducted between February-April 2025 in Pekapuran Village, Serang City, the research employed a quantitative approach involving 100 fish specimens. Forty seven truss-based morphometric characters were measured and grouped by body regions (head, body, fins, tail). Data were analyzed using simple and multiple linear regression models to determine the most accurate predictors of total length. The analysis revealed that morphometric characters from the body and tail regions, particularly K5 (height of the head), provided the highest predictive accuracy with R² values exceeding 0.90 and the lowest RMSE values. The regression model from the body group showed the strongest performance (R² = 0.9572; RMSE = 2.8942), followed by the tail group. These results demonstrate that body and tail characters are reliable indicators for estimating fish size, especially when direct measurement is not feasible. In conclusion, morphometric-based estimation models can effectively support fishery data collection and management, especially for species with partial specimens. Future studies should explore the integration of environmental variables and image-based digital measurements to enhance model accuracy and generalizability across different populations.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) merupakan salah satu komoditas penting dalam perikanan tangkap Indonesia. Namun, pengumpulan data stok ikan seringkali terkendala akibat kondisi fisik ikan yang tidak utuh saat ditangkap, sehingga panjang total tidak dapat diukur secara langsung. Hal ini berdampak pada keakuratan data populasi dan pengelolaan sumber daya perikanan. Mengingat pentingnya estimasi ukuran tubuh ikan untuk analisis stok dan manajemen perikanan, penelitian ini bertujuan mengembangkan formula prediktif panjang total ikan kembung berbasis parameter morfometrik sebagai alternatif metode non-destruktif dan akurat. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif pada 100 ekor ikan kembung yang diperoleh di Kampung Pekapuran, Kota Serang. Data dikumpulkan melalui pengukuran 47 karakter truss morfometrik yang kemudian dikelompokkan ke dalam bagian kepala, badan, dan ekor. Analisis dilakukan dengan regresi linear sederhana dan berganda untuk membangun model prediksi panjang total berdasarkan karakter morfometrik, serta diuji menggunakan nilai koefisien determinasi (R²), galat absolut (MAE), RMSE, dan MAPE untuk menilai akurasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bagian badan memiliki kontribusi prediktif tertinggi dengan nilai R² sebesar 0,9572 dan RMSE terendah sebesar 2,8942, diikuti oleh kelompok ekor (R² = 0,9412; RMSE = 3,3937) dan sirip dorsal kedua (R² = 0,8884; RMSE = 4,6745). Karakter K5 (tinggi kepala) menjadi indikator tunggal paling kuat dalam regresi sederhana. Model regresi yang dikembangkan mampu memprediksi panjang total ikan secara akurat, terutama ketika bagian tubuh tidak lengkap. Hal ini memperkuat teori pertumbuhan isometrik pada ikan pelagis, serta menunjukkan potensi praktis formula ini dalam pengambilan data lapangan yang efisien. Kesimpulannya, model prediksi panjang total ikan kembung berbasis morfometrik terbukti efektif dan aplikatif, terutama untuk bagian tubuh tengah dan ekor. Formula ini berguna untuk survei stok ikan secara non-destruktif dan mendukung manajemen perikanan berbasis sains. Meski begitu, akurasi model masih bisa ditingkatkan dengan menambahkan variabel lingkungan dan teknologi digital, serta diuji lebih lanjut pada populasi dari lokasi berbeda agar hasilnya lebih valid dan akurat. | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | morphometric analysis, Rastrelliger brachysoma, total length estimation, truss morphometric, linear regression. analisis morfometrik, estimasi panjang total, Rastrelliger brachysoma, regresi linier, truss morfometrik | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling | |||||||||
| Divisions: | 04-Fakultas Pertanian 04-Fakultas Pertanian > 54244-Program Studi Ilmu Perikanan |
|||||||||
| Depositing User: | Mrs. Wina Dharmayanti | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Sep 2025 04:47 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Sep 2025 04:47 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/53699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
