Maudi, Nikita (2025) KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN UTAMA DAN SAMPINGAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PPI WADAS, KABUPATEN SERANG, BANTEN. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_01.pdf Restricted to Registered users only Download (445kB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_02.pdf Restricted to Registered users only Download (63kB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_03.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_05.pdf Restricted to Registered users only Download (44kB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_Ref.pdf Restricted to Registered users only Download (118kB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_Lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (703kB) | Request a copy |
|
|
Text
Nikita Maudi_4443210065_04.pdf Restricted to Registered users only Download (639kB) | Request a copy |
Abstract
Fishing ports save as primary sites fir fish landing, such as the Wadas Fish Landing Site (PPI Wadas), where most fishermen utilisize payang fishing gear for their activities. The composition of the catch can provide information on the type, size and quantity of fish caught using payang gear, which could inform efforts to manage payang fisheries sustainably. This study aimed to analyze the composition of the main and bycatch of payang fishing gear in PPI Wadas. Research activities were carried out from April to May 2025. Data on the length and weight of fish was collected over a 20-day period through direct observation of fishing operations aboard various payang vessels. Descriptive analysis was performed on the primary data. The main catch consisted of Commerson’s anchovies (Stolephorus commersonii) at 29.60% (247.6 kg) and rough anchovies (Stolephorus indicus) at 28.30% (236.7 kg), while bycatch accounted for 42.11%. The most common type of bycatch was tuna (Euthynnus affinis) at 4.14% (34.6 kg). Some species, such as Commerson’s anchovy and Indian anchovy, exhibited a 100% frequency of occurrence.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Pelabuhan perikanan merupakan salah satu tempat pendaratan ikan, seperti PPI Wadas, di mana sebagian besar nelayan menggunakan alat tangkap payang dalam kegiatan penangkapannya. Pada umumnya hasil tangkapan payang merupakan ikan pelagis kecil yang bernilai ekonomis, seperti ikan teri, ikan tuna, ikan layang biru, ikan kembung, dan ikan selar. Komponen hasil tangkapan yang berasal dari alat tangkap payang dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Komposisi hasil tangkapan dapat memberikan informasi mengenai jenis, ukuran, dan jumlah ikan yang ditangkap menggunakan alat tangkap payang, yang dapat menjadi dasar dalam upaya pengelolaan perikanan payang yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan utama dan sampingan dari alat tangkap payang di PPI Wadas. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 berlokasi di PPI Wadas. Data panjang dan berat ikan dikumpulkan selama 20 hari dengan mengikuti langsung operasi penangkapan ikan menggunakan berbagai kapal payang yang dilakukan pada siang hari sebanyak 10 trip dan malam hari sebanyak 10 trip. Pada setiap kali hauling dilakukan identifikasi jenis ikan hasil tangkapan guna memperoleh gambaran mengenai komposisi jenis dan ukuran ikan. Pengukuran dilakukan pada masing-masing jenis ikan dengan metode pengambilan sampel. Berat total hasil tangkapan untuk setiap jenis ikan pada setiap hauling turut dicatat. Data alat tangkap didapatkan dari pengukuran langsung di lokasi penelitian. Data ukuran kapal diperoleh berdasarkan hasil wawancara langsung dengan juragan kapal. Pengambilan sampel dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan. Hasil tangkapan utama didominasi oleh ikan teri (Stolephorus commersonii) sebesar 29,60% (247,6 kg) dan teri kasar (Stolephorus indicus) sebesar 28,30% (236,7 kg). Hasil tangkapan sampingan mencapai proporsi 42,11%, dengan jenis terbanyak berupa ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebesar 4,14% (34,6 kg). Terdapat jenis hasil tangkapan yang memiliki frekuensi kemunculan 100% yaitu terdiri dari ikan teri nasi dan teri kasar. | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | catch, frequency of appearance, pelagic fish frekuensi tertangkap, hasil tangkapan, ikan pelagis | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling | |||||||||
| Divisions: | 04-Fakultas Pertanian > 54244-Program Studi Ilmu Perikanan 04-Fakultas Pertanian |
|||||||||
| Depositing User: | Nikita Nikmau Maudi | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Sep 2025 03:19 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Sep 2025 03:19 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/53662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
