Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISIS EKONOMI USAHATANI PADI (Oryza sativa L.) DI KELURAHAN SAWAH LUHUR, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG.

Faizah, Nur (2025) ANALISIS EKONOMI USAHATANI PADI (Oryza sativa L.) DI KELURAHAN SAWAH LUHUR, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (39MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (24MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (14MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (18MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Nur Faizah_4441210148_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (930kB)

Abstract

This research aims to analyze the economic aspects of rice farming in Sawah Luhur Urban Village, Kasemen District, Serang City, focusing on production costs, revenue, income, break-even point (BEP), and efficiency. The study employs a quantitative descriptive method, with data collected through interviews, questionnaires, and using a simple random sampling method.The results indicate that the average total production cost per hectare per growing season is Rp12,575,371.72, consisting of fixed costs (e.g., land rent, equipment depreciation) and variable costs (e.g., seeds, fertilizers, pesticides, labor). The average revenue per hectare is Rp21,441,011.04, yielding an average income of Rp8,865,639.32. The break-even point analysis shows that farmers must produce at least 2.273,16 kg of rice or achieve sales of Rp4.656.527,66 per hectare to cover costs. The efficiency analysis, measured by the R/C ratio, is 1.71, indicating that rice farming in the area is profitable and feasible. In conclusion, rice farming in Sawah Luhur Village is economically viable, but farmers are encouraged to optimize production and reduce costs, particularly labor expenses, to enhance profitability. Additionally, government support in providing capital and improving irrigation infrastructure is recommended to sustain and improve farming productivity.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorSulaeni, Sulaeni196901312001121001
Thesis advisorSetiawan, Johan196802122002121002
Additional Information: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi dari usahatani padi (Oryza sativa L.) di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya sektor pertanian di Indonesia, khususnya subsektor tanaman pangan, dalam menunjang ketahanan pangan nasional. Padi merupakan komoditas utama dengan permintaan tinggi, namun produktivitasnya cenderung fluktuatif, termasuk di wilayah penelitian. Selain itu, masih banyak petani yang belum menerapkan perhitungan ekonomi secara sistematis dalam mengelola usahatani mereka, sehingga belum diketahui secara pasti apakah usahatani tersebut menguntungkan atau tidak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji biaya produksi, penerimaan, pendapatan, titik impas (Break Even Point/BEP), dan efisiensi usahatani padi secara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan dilakukan di Kelurahan Sawah Luhur pada musim tanam tahun 2024. Sampel sebanyak 43 petani dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin dan tingkat kesalahan 15%. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, serta studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usahatani padi per hektar per musim adalah sebesar Rp12.575.371,72. Biaya ini terdiri atas biaya tetap sebesar Rp4.656.528,03 (sewa lahan, penyusutan alat, bunga modal) dan biaya variabel sebesar Rp7.918.843,70 (benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dll). Rata rata penerimaan per hektar adalah sebesar Rp21.441.011,04 dengan pendapatan bersih yang diperoleh sebesar Rp8.865.639,32 per hektar. Analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa agar usahatani padi berada pada titik impas (tidak untung dan tidak rugi), maka petani harus menghasilkan minimal 2.273,16 kg gabah per hektar atau memperoleh nilai penjualan sebesar Rp Rp 4.656.527,66. Dari sisi skala usaha, luas lahan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai BEP adalah sebesar 0,35 hektar. Selanjutnya, hasil analisis efisiensi menggunakan R/C Ratio menunjukkan nilai sebesar 1,71. Artinya, setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,71, yang menunjukkan bahwa usahatani padi ini layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Berdasarkan hasil-hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa usahatani padi di Kelurahan Sawah Luhur layak secara ekonomi, dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Namun demikian, untuk meningkatkan keuntungan, petani disarankan untuk lebih mengoptimalkan penggunaan input, khususnya dalam hal efisiensi tenaga kerja dan biaya produksi lainnya. Selain itu, peran pemerintah juga dibutuhkan dalam menyediakan fasilitas pendukung, seperti bantuan permodalan, pelatihan teknis, serta perbaikan infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usahatani padi di wilayah tersebut.
Uncontrolled Keywords: rice farming, production costs, revenue, break-even point, efficiency, Sawah Luhur Urban Village.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: 04-Fakultas Pertanian
04-Fakultas Pertanian > 54201-Program Studi Agribisnis
Depositing User: ms Nur Faizah
Date Deposited: 25 Aug 2025 06:52
Last Modified: 25 Aug 2025 06:52
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/52708

Actions (login required)

View Item View Item