AZ ZAHRA, NAJLA (2025) POTENSI TEPUNG BIJI DURIAN FERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP KECERNAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus). S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text (SKRIPSI)
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_01.pdf Restricted to Registered users only Download (622kB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_02.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_03.pdf Restricted to Registered users only Download (341kB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_04.pdf Restricted to Registered users only Download (257kB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_05.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_REFF.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
NAJLA AZ ZAHRA_4443200045_LAMP.pdf Restricted to Registered users only Download (586kB) |
Abstract
Durian seeds an agricultural by-product, have potential as a fish feed additive due to their nutrient content, including 47.81% dry matter, 9.33% crude protein, 4.43% crude fiber, 9.26% crude fat, 2.40% ash, and 74.58% nitrogen-free extract (NFE). Despite these benefits, their use is limited by high crude fiber levels and anti-nutritional factors such as cyclopropene and oxalic acid, necessitating pre-treatment through fermentation.This study aims to evaluate the effects of adding fermented durian seed meal processed with Aspergillus niger on the digestibility of Nile tilapia. The study was conducted for 30 days, this study used a a completely randomized design with three treatments and four replicates: Treatment A (control feed), Treatment B (feed with non-fermented durian seed meal), and Treatment C (feed with fermented durian seed meal). The fungal dosage for fermentation was 1.5 g/kg of durian seed meal. The results of a 30-day study on Nile tilapia (Oreochromis niloticus) fed with additional feed containing durian seed meal showed that fermented durian seed meal using Aspergillus niger produced higher digestibility values it had a significantly different (P<0.05). The treatment with fermented durian seed meal resulted in protein digestibility of 76.99 ± 1.04%, fat digestibility of 67.55 ± 1.47%, total feed consumption of 188.37 ± 1.18 g, specific growth rate of 6.41 ± 0.15%, and feed convertion ratio of 1,88 ± 0,10. These results suggest that fermentation with Aspergillus niger effectively reduces crude fiber content, thereby enhancing the digestibility of Nile tilapia.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) pada tahun 2023 meningkat menjadi 1,368 juta ton. Namun, peningkatan produksi memunculkan tantangan dalam ketersediaan pakan yang berkualitas dan berkelanjutan. Biji durian, sebagai limbah pertanian, memiliki potensi sebagai bahan tambahan pakan ikan karena kandungan nutriennya. Namun demikian, pemanfaatannya terkendala oleh kandungan serat kasar dan zat antinutrien seperti asam siklopropena dan asam oksalat, sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu melalui metode fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung biji durian yang telah difermentasi menggunakan kapang Aspergillus niger terhadap kecernaan ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan. Prosedur penelitian terdiri dari pembuatan tepung biji durian, pembuatan pakan dan pemeliharaan ikan uji. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1 (pakan kontrol), P2 (pakan dengan penambahan tepung biji durian non fermentasi) dan P3 (pakan dengan penambahan tepung biji durian terfermentasi). Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila berukuran ± 11 g dengan kepadatan 15 ekor pada akuarium berukuran 70x30x35 cm³. Pakan diberikan secara at satiation dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari yaitu pukul 08:00, 12:00 dan 16:00 WIB. Feses ikan diambil 60 menit setelah pemberian pakan. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH dan DO. Penambahan pakan tepung biji durian terfermentasi menghasilkan nilai kecernaan protein 76,99 ± 1,04%, kecernaan lemak 67,55 ± 1,47%, jumlah konsumsi pakan 188,37 ± 1,18 g, laju pertumbuhan spesifik 6,41 ± 0,15% dan rasio konversi pakan 1,88 ± 0,10 yang berbeda nyata (P<0,05). Tingkat kelangsungan hidup ikan nila yang diberi pakan perlakuan tidak berbeda nyata ( P>0,05). Nilai kualitas air selama pemeliharaan yaitu suhu berkisar 27,5 – 29,9 °C, pH air berkisar antara 7,16-8,35 dan nilai DO yaitu berkisar 6,3-7,2 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ikan nila yang diberi pakan dengan tepung biji durian terfermentasi Aspergillus niger menghasilkan nilai kecernaan protein lebih tinggi dibandingkan perlakuan penambahan pakan dengan tepung biji durian tanpa fermentasi. Hal ini diduga fermentasi Aspergillus niger mampu menurunkan serat kasar bahan dengan baik sehingga mampu menunjang kecernaan dan pertumbuhan ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa tepung biji durian yang terfermentasi menggunakan Aspergillus niger dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan nila. | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Aspergillus niger, digestibility, durian seeds, fermentation, tilapia Aspergillus niger, biji durian, fermentasi, ikan nila, kecernaan | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling | |||||||||
| Divisions: | 04-Fakultas Pertanian 04-Fakultas Pertanian > 54244-Program Studi Ilmu Perikanan |
|||||||||
| Depositing User: | NAJLA AZ ZAHRA | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Aug 2025 07:20 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Aug 2025 07:20 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/52321 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
