Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISIS KONTRASTIF AFIKSASI VERBA BAHASA JAWA DIALEK BANTEN DAN BAHASA INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMP

Aulia, Winda (2024) ANALISIS KONTRASTIF AFIKSASI VERBA BAHASA JAWA DIALEK BANTEN DAN BAHASA INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMP. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_CP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (617kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (124kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_REF.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI)
Winda Aulia_2222200025_LAMP-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

This research is motivated by the issue of the influence of the mother tongue or first language, which creates barriers for language learners in acquiring a second language, understanding it, forming sentence structures, and facing difficulties in pronunciation. This is due to the similarities and differences between the first language and the second language being learned. In connection with this, the study conducts a contrastive analysis of affixed verbs. The languages under investigation are Banten Dialect Javanese (Bebasan) and Indonesian, with data taken from the speech of the community in Kampung Baru, Kosambironyok Village, Anyar Subdistrict, Banten. The research method used is descriptive qualitative with intralingual equivalence analysis, using the basic techniques of Similarity Comparison (HBS) and Difference Comparison (HBB). Data collection techniques include structured interviews, recording, and note-taking. The results of the study show that the affixation forms of verbs include prefixes, suffixes, and combinations of affixes. The study found both similarities and differences in verb affixation between Banten Dialect Javanese and Indonesian. The similarities include: 1) the parallelism of affixes in Banten Dialect Javanese and Indonesian; 2) the similarity of affixed verb forms, including the morphemic structure of affixes, the form of lexemes, and word types (verbs, nouns, adjectives), as well as the complete form of affixed verbs in both Banten Dialect Javanese and Indonesian; 3) nasalization in both Indonesian and Banten Dialect Javanese when the affixes N- and meN- are added to root words beginning with /k/, /t/, /s/, and /p/. The differences include: 1) differences in the morphemic structure of affixes and lexeme forms; 2) differences in the process of forming affixed verbs with the combination of affixes –kaken and -aken in Banten Dialect Javanese, which are not found in Indonesian; 3) nasalization in Banten Dialect Javanese occurring when the affix N- is added to root words beginning with /c/, which is not found in Indonesian. The results of this research, showing the differences and similarities in verb affixation between Banten Dialect Javanese and Indonesian, can be used as a suggestion for the development of a teaching module for Indonesian, especially for the purpose of writing descriptive texts in grade IX junior high school.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorMuhyidin, Asep197604072001121002
Thesis advisorDevi, Ade Anggraini Kartika199312222024062002
Additional Information: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengaruh bahasa ibu atau bahasa pertama yang menimbulkan hambatan pemelajar bahasa dalam memeroleh bahasa kedua, memahaminya, membentuk susunan kata, serta hambatan dalam proses pengucapannya. Hal itu disebabkan oleh persamaan dan perbedaan antara bahasa pertama dan bahasa kedua yang akan dipelajari. Sehubungan dengan itu, penelitian ini melakukan analisis kontrastif verba berafiks. Adapun bahasa yang menjadi objek penelitian ialah bahasa Jawa Dialek Banten (Bebasan) dan bahasa Indonesia dengan data yang diambil dari tuturan masyarakat di Kampung Baru, Kelurahan Kosambironyok, Kecamatan Anyar, Banten. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis padan intralingual yang menggunakan teknik dasar Hubung Banding Sama (HBS) dan Hubung Banding Beda (HBB). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara terstruktur, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu bentuk afiksasi verba yaitu prefiksasi, sufiksasi, dan kombinasi afiks. Hasil penelitian ditemukan adanya persamaan dan perbedaan afiksasi verba dalam bahasa Jawa Dialek Banten dan bahasa Indonesia. Persamaan meliputi 1) adanya persamaan kesejajaran afiks bahasa Jawa Dialek Banten dan bahasa Indonesia; 2) adanya persamaan bentuk verba berafiks, baik struktur morfemis afiks, bentuk leksem, dan jenis kata (verba, nomina, adjektiva), serta persamaan bentuk verba berafiks secara penuh dalam bahasa Jawa Dialek Banten dan bahasa Indonesia; 3) persamaan nasalisasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa Banten ketika afiks N- dan meN- diimbuhkan kata dasar berawalan /k/,/t/, /s/, dan /p/. Adapun perbedaan meliputi 1) perbedaan pada struktur morfemis afiks dan bentuk leksem; 2) perbedaan proses pembentukan verba berafiks oleh kombinasi afiks dengan sufiks –kaken dan -aken dalam bahasa Jawa Dialek Banten yang tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; 3) nasalisasi bahasa Jawa dialek Banten terjadi ketika afiks N- dibubuhkan pada kata dasar berawalan /c/, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan. Hasil penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan dan persamaan afiksasi verba bahasa Jawa Dialek Banten dan bahasa Indonesia ini dapat dijadikan sebagai usulan pembuatan modul pembelajaran bahasa Indonesia khususnya untuk tujuan menulis teks deskripsi di SMP kelas IX.
Uncontrolled Keywords: contrastive analysis, speech, verb affixation analisis kontrastif, tuturan, afiksasi verba
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: 02-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
02-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > 88201-Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Winda Aulia
Date Deposited: 06 Aug 2025 08:33
Last Modified: 06 Aug 2025 08:33
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/50743

Actions (login required)

View Item View Item