Pirgiawan, Obi (2025) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENIPUAN ONLINE TIKET KONSER MUSIK LENTERA FESTIVAL DI TANGERANG. S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_02.pdf Restricted to Registered users only Download (302kB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_03.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_04.pdf Restricted to Registered users only Download (405kB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_05.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_Ref.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_Lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
Obi Pirgiawan_1111210043_01.pdf Restricted to Registered users only Download (958kB) |
Abstract
In the current modern era, with rapidly developing technology, it certainly makes it easier for people to carry out all their activities. Social media, as a digital platform useful for interacting with others, is also used for promotions or advertisements by its users. However, the ease of carrying out activities on social media is often misused. One such misuse is for electronic-based fraud, an example of which is the online fraud case involving Lentera Festival music concert tickets in Tangerang, which led to riots and went viral on social media. This research was conducted to determine the criminal responsibility that should be imposed on the perpetrators of online fraud involving Lentera Festival music concert tickets and to understand the law enforcement against online fraud crimes in the jurisdictional area of Tangerang Regency. The research method used in this study is a normative juridical method, which involves examining library legal materials from secondary data sources. These data refer to legal norms stipulated in laws and regulations, legal theories, or legal principles. It also uses primary data sources as supporting data through field research via interviews with relevant parties. The results of this research indicate that the perpetrators can be charged with criminal liability, specifically Article 28 paragraph (1) of the ITE Law, because the entire series of fraud, from promotion to transactions, was carried out using electronic means or social media, while also considering the principle of lex specialis derogate legi generali. Regarding law enforcement against online fraud crimes in the jurisdictional area of Tangerang Regency, there are two (2) influencing factors: the Law Enforcement Apparatus factor and the Facilities and Infrastructure factor.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Di era modern saat ini yang dimana teknologi semakin berkembang pesat, hal ini tentunya memudahkan masyarakat untuk melakukan segala aktivitas. Media sosial yang merupakan platform digital yang berguna untuk berinteraksi dengan orang lain, media sosial juga digunakan untuk melakukan promosi atau iklan bagi para penggunanya. Namun, kemudahan melakukan segala aktivitas di media sosial sering kali disalahgunakan. Salah satunya adalah digunakan untuk melakukan penipuan yang berbasis elektronik, contohnya adalah kasus penipuan online tiket konser musik Lentera Festival di Tangerang yang mengakibatkan kerusuhan dan viral di media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban pidana yang seharusnya dibebankan kepada pelaku penipuan online tiket konser musik Lentera Festival dan mengetahui bagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan online di wilayah yuridiksi Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif yaitu dengan cara meneliti bahan hukum pustaka dengan sumber data sekunder yaitu data-data yang mengacu pada norma-norma hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan, teori-teori atau asas-asas hukum dan juga menggunakan sumber data primer sebagai data pendukung yaitu melakukan penelitian lapangan dengan cara wawancara pada pihak-pihak yang bersangkutan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pelaku dapat dibebankan pertanggungjawaban pidana yang seharusnya yaitu Pasal 28 ayat (1) UU ITE, dikarenakan segala rangkaian penipuan, promosi hingga transaksi dilakukan menggunakan sarana elektronik atau media sosial serta dengan memerhatikan asas lex specialis derogate legi generali. Dan mengenai penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan online di wilayah yuridiksi Kabupaten Tangerang terdapat ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi dalam penegakan hukumnya yaitu faktor Aparat Penegak Hukum dan faktor sarana dan prasarananya. | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Criminal Responsibility, Online Fraud, Law Enforcement Pertanggungjawaban Pidana, Penipuan Online, Penegakan Hukum. | |||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) | |||||||||
| Divisions: | 01-Fakultas Hukum 01-Fakultas Hukum > 74201-Program Studi Ilmu Hukum |
|||||||||
| Depositing User: | Obi obi Obi Pirgiawan | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2025 06:23 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Sep 2025 06:23 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/42359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
