Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

Studi Penghilangan Besi dan Kalsium pada Prekursor Mangan Sulfat untuk AplikasiBahan Baku Katoda Baterai Lithium

FAUZIA HAKIM, AGSEL (2023) Studi Penghilangan Besi dan Kalsium pada Prekursor Mangan Sulfat untuk AplikasiBahan Baku Katoda Baterai Lithium. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_Fulltext Skripsi.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (2MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_02.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (536kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_03.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (407kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_04.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (743kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_05.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (227kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_Ref.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (240kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Agsel Fauzia Hakim_3334190097_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2034.

Download (639kB)

Abstract

Pada Juli 2020 survei Grand View Research melaporkan bahwa total penjualan baterai dalam pasar baterai global diperkirakan mencapai $310,8 miliar pada tahun 2027, berkembang sebesar 14,1 persen dari 2020 hingga 2027. Pasar global sebanyak 95% adalah baterai dengan jenis timbal-asam, lithium-ion, dan nikel. Hal disebabkan oleh perubahan iklim yang memaksa transisi energi berbahan bakar fosil dengan energi yang terbarukan. Sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan dan peluang dalam menciptakan hal baru dan berkelanjutan. Salah satu baterai yang mengisi pasar global yaitu lithium ion dengan MnSO4 serbuk yang digunakan sebagai bahan baku katodanya. Lithium ion berbasis mangan sulfat dapat diciptakan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Indonesia yaitu bijih mangan Trenggalek. Bijih mangan Trenggalek merupakan bijih mangan dengan kadar rendah dan memiliki berbagai unsur pengotor di dalamnya terutama Fe dan Ca. Proses pembuatan mangan sulfat serbuk 98% dilakukan dengan proses preparasi, reduksi menggunakan arang briket, leaching, presipitasi, karbonatasi, kristalisasi untuk mengubah larutan menjadi padatan. Penggunaan reagen NH4OH dalam menghilangkan Fe dengan proses presipitasi dan proses karbonatasi dalam menghilangkan Ca mendapatkan produk mangan sulfat serbuk dengan kemurnian 97,237%. Dengan proses presipitasi yaitu [NH4OH 2M],T = 80 ˚C, pH = 4, t =180 menit, sedangkan kondisi proses karbonatasi yaitu T=50 ˚C, t = 120 menit. Kata kunci: Baterai lithium ion, Presipitasi Fe, Karbonatasi, dan tingkat kemunian produk mangan sulfat serbuk.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorOEDIYANI, SOESAPTRI0023066005
Thesis advisorANDRIYAH, LIA198509112010122002
Additional Information: Pada Juli 2020 survei Grand View Research melaporkan bahwa total penjualan baterai dalam pasar baterai global diperkirakan mencapai $310,8 miliar pada tahun 2027, berkembang sebesar 14,1 persen dari 2020 hingga 2027. Pasar global sebanyak 95% adalah baterai dengan jenis timbal-asam, lithium-ion, dan nikel. Hal disebabkan oleh perubahan iklim yang memaksa transisi energi berbahan bakar fosil dengan energi yang terbarukan. Sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan dan peluang dalam menciptakan hal baru dan berkelanjutan. Salah satu baterai yang mengisi pasar global yaitu lithium ion dengan MnSO4 serbuk yang digunakan sebagai bahan baku katodanya. Lithium ion berbasis mangan sulfat dapat diciptakan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Indonesia yaitu bijih mangan Trenggalek. Bijih mangan Trenggalek merupakan bijih mangan dengan kadar rendah dan memiliki berbagai unsur pengotor di dalamnya terutama Fe dan Ca. Proses pembuatan mangan sulfat serbuk 98% dilakukan dengan proses preparasi, reduksi menggunakan arang briket, leaching, presipitasi, karbonatasi, kristalisasi untuk mengubah larutan menjadi padatan. Penggunaan reagen NH4OH dalam menghilangkan Fe dengan proses presipitasi dan proses karbonatasi dalam menghilangkan Ca mendapatkan produk mangan sulfat serbuk dengan kemurnian 97,237%. Dengan proses presipitasi yaitu [NH4OH 2M],T = 80 ˚C, pH = 4, t =180 menit, sedangkan kondisi proses karbonatasi yaitu T=50 ˚C, t = 120 menit.
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: Mrs Agsel Fauzia Hakim
Date Deposited: 08 Mar 2024 12:05
Last Modified: 08 Mar 2024 12:05
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/34167

Actions (login required)

View Item View Item