Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

Study Kinerja Panas (Hot Working) Baja Listrik (3% Si) untuk Aplikasi Listrik pada Temperatur 850ºC dan 900ºC

Wulandari, Sri (2024) Study Kinerja Panas (Hot Working) Baja Listrik (3% Si) untuk Aplikasi Listrik pada Temperatur 850ºC dan 900ºC. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (674kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (240kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (840kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Sri Wulandari_3334190070_CP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (19MB)

Abstract

A very important and continuously developing component of the modern world is electric power. Electricity as an energy source will continue to be needed along with the development of science and to produce various new discoveries. Electricity is transmitted via power lines and uses an energy conversion device, namely a transformer, so that the voltage can be distributed properly. In transformers, especially in the core, the materials widely used are soft magnetic materials such as silicon steel. Steel with a silicon content of 3% is currently most widely used for transformers because it offers balanced electrical and magnetic properties, has good ductility, and can increase the hardness, strength and toughness of steel. Hot working is necessary for metal formation and is important to study because various metals have different microstructures and properties. Currently, hot working, especially on electrical steel for transformer cores, is not well known. Therefore, it is important to carry out this research to determine the hot working performance as well as the constitutive equations that will show the thermal performance of electrical steel (3% Si) at temperatures of 850ºC and 900ºC. Three electrical steel specimens (3% Si) were tested using an Instron 4507 Universal Testing Machine (UTM) with temperatures of 850ºC and 900ºC and strain rates of 10^-3 s^-1 , 10^-2 s^-1 and 10^-1 s^-1 . The data obtained was processed using Microsoft Excel and Origin software to obtain a hot compression curve. The values of peak stress and peak strain (σp and εp) decrease with increasing temperature and decreasing strain rate, and vice versa. The highest peak stress (σp) is 69.6393 MPa in sample 1, temperature 850ºC, strain rate 10^-1 s^-1 and the lowest is 18.2674 MPa in sample 2, temperature 900ºC, strain rate 10^-3 s^-1 . Meanwhile, the highest peak strain (ԑp) was 0.698059 in sample 2 with a temperature of 900ºC, a strain rate of 10^-2 s^-1 and the lowest was 0.252076 in sample 3 with a temperature of 850ºC, a strain rate of 10^-3 s^-1 . The hyperbolic sine law was found to be a suitable relationship, where the Q value obtained was 308 kJ/mol. The constitutive equation that can be used to express hot working performance in this research is Z = έ exp ((308 x 10^3 )/RT) = 7.63 x 10^15 [sinh (0.03 x σp)]^3,41. The highest Z value is 8.47 x 10^17 in sample 1 temperature 850ºC, strain rate 10^-1 s^-1 and the lowest is 1.22 x 10^15 in sample 2 temperature 900ºC, strain rate 10^-3 s^-1 . The higher the peak voltage (σp), the higher the Z value, conversely, the smaller the peak voltage (σp), the smaller the Z value. Keywords: electrical steel, activation energy, hot compression curve, hot working, constitutive equation.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorFITRULLAH, MUHAMMAD197804142006041002
Thesis advisorAZIZ, ABDUL198003072005011002
Additional Information: Komponen yang sangat penting dan terus berkembang dari dunia modern yaitu tenaga listrik. Listrik sebagai sumber energi akan terus dibutuhkan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan untuk menghasilkan berbagai penemuan baru. Listrik ditransmisikan melalui saluran listrik dan menggunakan suatu alat konversi energi yaitu transformator agar tegangannya dapat terdistribusi dengan baik. Dalam transformator terutama di bagian inti, bahan yang banyak digunakan adalah bahan magnetik lunak seperti baja silikon. Baja dengan kandungan silikon 3% saat ini paling banyak digunakan untuk transformator karena menawarkan sifat listrik dan magnet yang seimbang, memiliki keuletan yang baik, serta dapat meningkatkan kekerasan, kekuatan dan ketangguhan baja. Pengerjaan panas (hot working) perlu dilakukan untuk pembentukan logam dan penting dipelajari karena berbagai logam memiliki struktur mikro dan sifat yang berbeda. Saat ini, pengerjaan panas (hot working) khususnya pada baja listrik untuk inti transformator belum diketahui secara baik. Maka dari itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui kinerja panas (hot working) serta persamaan konstitutif yang akan menunjukkan kinerja panas baja listrik (3% Si) pada temperatur 850ºC dan 900ºC. Tiga spesimen baja listrik (3% Si) dilakukan pengujian menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) Instron 4507 dengan temperatur 850ºC dan 900ºC dan strain rate 10^-3 s^-1, 10^-2 s^-1 dan 10^-1 s^-1. Data yang diperoleh diolah menggunakan microsoft excell dan software origin sehingga didapatkan kurva hot compression. Nilai tegangan puncak dan regangan puncak (σp dan εp) menurun seiring dengan peningkatan temperatur dan penurunan laju regangan, begitu pula sebaliknya. Tegangan puncak (σp) tertinggi yaitu 69,6393 MPa pada sampel 1 temperatur 850ºC, laju regangan 10^-1 s^-1 dan terendah yaitu 18,2674 MPa pada sampel 2 temperatur 900ºC, laju regangan 10^-3 s^-1. Sedangkan regangan puncak (ԑp) tertinggi yaitu 0,698059 pada sampel 2 temperatur 900ºC, laju regangan 10^-2 s^-1 dan terendah yaitu 0,252076 pada sampel 3 temperatur 850ºC, laju regangan 10^-3 s^-1. Hukum sinus hiperbolik ditemukan sebagai hubungan yang sesuai, dimana nilai Q yang diperoleh yaitu 308 kJ/mol. Persamaan konstitutif yang dapat digunakan untuk menyatakan kinerja panas (hot working) pada penelitian ini yaitu Z = έ exp ((308 x 10^3 )/RT) = 7,63 x 10^15 [sinh (0,03 x σp)]^3,41. Nilai Z tertinggi yaitu 8,47 x 10^17 pada sampel 1 temperatur 850ºC, laju regangan 10^-1 s^-1 dan terendah yaitu 1,22 x 10^15 pada sampel 2 temperatur 900ºC, laju regangan 10^-3 s^-1. Tegangan puncak (σp) yang semakin tinggi akan diperoleh nilai Z yang tinggi juga, sebaliknya semakin kecil tegangan puncak (σp), maka nilai Z juga semakin kecil. Kata Kunci: baja listrik, energi aktivasi, hot compression curve, hot working, persamaan konstitutif.
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: Mrs Sri Wulandari
Date Deposited: 18 Jan 2024 13:18
Last Modified: 18 Jan 2024 13:18
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/32337

Actions (login required)

View Item View Item