Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN OLEH SEORANG RESIDIVIS (Studi Kasus Pengadilan Negeri Serang Nomor 327/Pid.B/2021/PN.SRG)

RAHMADHANS, RIZKY (2023) TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN OLEH SEORANG RESIDIVIS (Studi Kasus Pengadilan Negeri Serang Nomor 327/Pid.B/2021/PN.SRG). S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (93kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (245kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Rizky Rahmadhans_1111180227_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (571kB)

Abstract

Every individual in social life all his behavior is regulated by law, both customary law in his area and the law that has been created by the government. When this crime is growing in line with the development of an increasingly complex level of human civilization. Recidivist can be interpreted as a person who repeats a crime. Not going to jail again is a measure of the success of the transformation process in prisons. However, the cases that occurred actually showed the opposite, many who choked after leaving prison continued to carry out acts of consequence that were even worse than the previous crime. Offender A is a recidivist, the perpetrator has not been deterred from his actions which has actually increased his actions from previous criminal acts, where the initial act of persecution was only to commit a more serious crime, namely murder. The problems reviewed in this study are how criminological awareness of the crime of murder by a recidivist (case study of Serang District Court Decision Number 327/Pid.B/2021/PN.SRG) and how to prevent the perpetrator from committing another crime. The theory used in this research is differential association and social control theory. This research was conducted using empirical juridical methods. The data sources used in this study were primary data sources. The results of this study indicate that the factors that led to the criminal act of murder by a recidivist in this case were due to the lack of education of the perpetrator and environmental factors that the perpetrator had experienced while being an inmate, one of which was through a process of communication from the surrounding environment. communication carried out by A while undergoing the fostered program resulted in a learning related to the technique, motives, and rationality of perpetrator A committing the crime. It is necessary to maximize training in prisons and the role of the community and prevent perpetrators from committing crimes again.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorIRAWAN, BENNY196010251989091001
Thesis advisorROFIANA, REINE198411222008122002
Additional Information: Setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat segala tingkah lakunya diatur oleh hukum, baik hukum adat di daerahnya maupun hukum yang telah diciptakan pemerintah. Saat ini kejahatan makin berkembang sejalan dengan berkembangnya tingkat peradaban umat manusia yang semakin kompleks. Residivis dapat diartikan sebagai orang yang melakukan pengulangan tindak pidana. Tidak masuk penjara lagi merupakan ukuran keberhasilan proses transformasi di lapas. Namun kasus-kasus yang terjadi menunjukan hal yang sebaliknya, banyak narapidana setelah keluar dari penjara tetap menjalankan perbuatan lamanya bahkan lebih parah dari kejahatan sebelumnya. Pelaku A merupakan residivis, pelaku belum jera atas perbuatannya yang justru menjadi lebih meningkat perbuatannya dari perbuatan tindak pidana sebelumnya, yang mana awal perbuatan tindak pidananya penganiayaan justru melakukan tindak pidana kembali yang lebih parah yaitu pembunuhan. permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana tinjauan kriminologis terhadap tindak pidana pembunuhan oleh seorang residivis (studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 327/Pid.B/2021/PN.SRG) dan Bagaimana upaya pencegahan terhadap pelaku agar tidak melakukan tindak pidana kembali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu differential association dan teori kontrol sosial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis empiris, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwah faktor-faktor yang menyebabkan tindak pidana pembunuhan oleh seorang residivis pada kasus ini dikarenakan kurangnya pendidikan pada pelaku dan faktor lingkungan yang pernah dialami oleh pelaku selama menjadi warga binaan salah satunya melalui proses komunikasi dari lingkungan sekitar. komunikasi yang dilakukan oleh A selama menjalani program binaan mengakibatkan terjadinya suatu pembelajaran terkait tehnik, motif, dan rasionalitas pelaku A melakukan tindak pidana tersebut. Perlu memaksimalkan pembinaan dilapas dan peran masyarakat dan pencehan pelaku agar tidak melakukan kejahatan kembali.
Uncontrolled Keywords: Criminological Review, murder crime Recidivist Tinjauan Kriminologis, Tindak Pidana Pembunuhan, Residivis
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 01-Fakultas Hukum
01-Fakultas Hukum > 74201-Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Mr Rizky Rahmadhans
Date Deposited: 25 Oct 2023 13:54
Last Modified: 25 Oct 2023 13:54
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/30600

Actions (login required)

View Item View Item