Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

TANGGUNG JAWAB DALAM PERKAWINAN ORANG DISABILITAS MENTAL DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS (STUDI KASUS PADA DESA SELAPAJANG, KECAMATAN CISOKA, KABUPATEN TANGERANG)

Badriah, Nurliatul (2023) TANGGUNG JAWAB DALAM PERKAWINAN ORANG DISABILITAS MENTAL DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS (STUDI KASUS PADA DESA SELAPAJANG, KECAMATAN CISOKA, KABUPATEN TANGERANG). Master thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (575kB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (414kB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (372kB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (194kB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_REFF.pdf
Restricted to Registered users only

Download (416kB)
[img] Text
Nurliatul Badriah_7773200036_LAMP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on Belief in One Almighty God. In running a household, both a husband and a wife must carry out their respective obligations as a husband and wife in accordance with Article 34 of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage. In practice, there is a marriage, where a wife has a disability. The wife who has a disability cannot carry out her obligations as a wife in accordance with Article 34 paragraph (2) which states that the wife is obliged to manage the household as well as possible. Therefore, it is necessary to study the responsibilities for rights and obligations in marriages for people with mental disabilities in Selapajang Village, Cisoka, Tangerang, is the marriage in accordance with Law Number 16 of 2019 concerning Marriage and Law Number 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities. The research method used in writing this thesis is a qualitative method with a typologyEmpirical legal research is here as the main research type, while normative legal research is a supporting research type.The data source used is secondary data with data collection techniques, namely the study of documents or library materials. The results showed that The marriage that is pursued is in line with Article 34 paragraph (1), where the husband has carried out his duties and obligations mentioned in Article 34 paragraph (1). In addition, the research also shows that marriage is not in line with Article 34 paragraph (2), where a wife who has a mental disability cannot carry out her obligations as a wife mentioned in Article 34 paragraph (2).

Item Type: Thesis (Master)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorTahir, Palmawati1959020319862012002
Thesis advisorItang, Itang197108041998031003
Additional Information: Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam menjalankan rumah tangga, baik seorang suami maupun seorang istri harus menjalankan kewajibannya masing-masing sebagai seorang suami dan istri sesuai dengan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan. Pada Prakteknya, terdapat suatu pekawinan, dimana seorang istri mengalami gangguan disabilitas. Istri yang mengalami gangguan disabilitas tersebut tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri sesuai dengan Pasal 34 ayat (2) yang menyebutkan bahwa isteri wajib mengatur rumah tangga sebaik- baiknya. Maka dari itu, perlu dikaji mengenai tanggung jawab atas hak dan kewajban dalam perkawinan penyandang disabilitas mental yang terdapat pada Desa Selapajang, Kec. Cisoka, Kab. Tangerang, apakah perkawinan tersebut telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah metode kualitatif dengan tipologi Penelitian hukum empiris disini sebagai jenis penelitian utama, sedangkan penelitian hukum normatif sebagai jenis penelitian pendukung. Sumber data yang dipergunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkawinan yang dijalankan adalah sejalan dengan Pasal 34 ayat (1), dimana suami telah menjalankan tugas dan kewajibannya yang disebutkan dalam Pasal 34 ayat (1). Selain itu peneilitian juga menunjukan bahwa perkawinan tidak sejalan dengan Pasal 34 ayat (2), dimana istri yang mengalami gangguan disabilitas mental tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang disebutkan dalam pasal 34 ayat (2).
Uncontrolled Keywords: Responsibility, Marriage, People with Mental Disabilities. Tanggung Jawab, Perkawinan, Orang Disabilitas Mental
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 08-Pascasarjana
08-Pascasarjana > 74101-Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Nurliatul Badriah
Date Deposited: 27 Oct 2023 09:19
Last Modified: 27 Oct 2023 09:19
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/28810

Actions (login required)

View Item View Item