Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

Pengaruh Penambahan Agen Pengkelat Pada Pelindian Bijih Emas Tambang Lengkukai Kabupaten Tanggamus Menggunakan Kombinasi Reagen Tiosianat Dan Tiourea

Syafitri, Indria (2023) Pengaruh Penambahan Agen Pengkelat Pada Pelindian Bijih Emas Tambang Lengkukai Kabupaten Tanggamus Menggunakan Kombinasi Reagen Tiosianat Dan Tiourea. S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text
Indria Syafitri_3334170029_Fulltext.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Indria Syafitri_3334170029_01.pdf

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI)
Indria Syafitri_3334170029_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (631kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Indria Syafitri_3334170029_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Indria Syafitri_3334170029_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (520kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Indria Syafitri_3334170029_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (83kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Indria Syafitri_3334170029_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (452kB)
[img] Text (SKRIPSI)
Indria Syafitri_3334170029_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (475kB)

Abstract

About one-third of the world's gold production is refractory gold ore. Processing of these ores is not recommended using the cyanidation process because it can reduce the percentage of gold extraction by up to 50%, research is carried out using alternative reagents, namely the combination of thiourea and thiocyanate, which has a synergistic effect and is able to increase gold recovery higher. However, the high decomposition of thiourea due to the presence of oxidizers is a major problem in its commercial use. This study aims to determine the effect of the addition of citric acid and acetic acid in the combination of thiocyanate and thiourea leaching solutions on the percentage of gold extraction. The raw material used is gold ore from the Lengkukai Mine, a type of refractory gold ore. Leaching conditions were carried out on fixed variables of thiocyanate concentration of 0.05 M, temperature 35oC, pH 1.5, and stirring speed 250 rpm. While the variations used were thiourea 0.02; 0.05; 0.1; 0.15; 0.2 M, then ferric sulfate as oxidizer 0.001; 0.002; 0.003; 0.004; and 0.005 M. Then the variations of citric acid and acetic acid as chelating agents used were 0.0015; 0.003; and 0.006 M. In this leaching, the highest percentage of gold extraction was obtained in the addition of citric acid and acetic acid 0.006 M, which amounted to 84.04% and 83.5%, respectively. Shrinking core model was used to determine the kinetics of the process with the reaction rate controller being the diffusion of the ash layer with an activation energy value of 16.99 kJ/mol.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorOediyani, Soesaptri196006232003122001
Thesis advisorMufakhir, Fika Rofiek198304052008011008
Additional Information: Sekitar sepertiga produksi emas dunia merupakan bijih emas refraktori. Pengolahan bijih ini tidak dianjurkan menggunakan proses sianidasi karena dapat menurunkan persen ekstraksi emas hingga 50%, sehingga dilakukan penelitian menggunakan reagen alternatif yaitu kombinasi tiourea dan tiosianat yang memiliki efek sinergis dan mampu meningkatkan perolehan emas lebih tinggi. Namun tingginya dekomposisi tiourea karena adanya oksidator menjadi masalah utama dalam penggunaannya secara komersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat dan asam asetat dalam kombinasi larutan pelindian tiosianat dan tiourea terhadap persen ekstraksi emas. Bahan baku yang digunakan adalah bijih emas dari Tambang Lengkukai yang merupakan jenis bijih emas refraktori. Kondisi pelindian dilakukan pada variabel tetap konsentrasi tiosianat 0,05 M, temperatur 35oC, pH 1,5 , dan kecepatan pengadukan 250 rpm. Sedangkan variasi yang digunakan adalah tiourea 0,02; 0,05;0,1; 0,15; 0,2 M, lalu feri sulfat sebagai oksidator 0,001; 0,002; 0,003; 0,004; dan 0,005 M. Kemudian variasi asam sitrat dan asam asetat sebagai agen pengkelat yang digunakan adalah 0,0015; 0,003; dan 0,006 M. Pada pelindian ini didapatkan hasil persen ekstraksi emas tertinggi pada penambahan asam sitrat dan asam asetat 0,006 M yaitu masing-masing sebesar 84,04% dan 83,5%. Shrinking core model digunakan untuk menentukan kinetika proses dengan pengendali laju reaksi adalah difusi lapisan abu didapatkan nilai energi aktivasi sebesar 16,99 kJ/mol.
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: Ms Indria Syafitri
Date Deposited: 11 Aug 2023 13:04
Last Modified: 11 Aug 2023 13:04
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/27890

Actions (login required)

View Item View Item