Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DENGAN PEMALSUAN IDENTITAS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Studi kasus di Desa CIputri Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang)

Wandari, Farhana (2023) PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DENGAN PEMALSUAN IDENTITAS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Studi kasus di Desa CIputri Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang). S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text
01. Farhana Wandari _ 1111180044 _ Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
02. Farhana Wandari _ 1111180044 _ CP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
03. Farhana Wandari _ 1111180044 _ 01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
04. Farhana Wandari _ 1111180044 _ 02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (506kB)
[img] Text
05. Farhana Wandari _ 1111180044 _ 03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (506kB)
[img] Text
06. Farhana Wandari _ 1111180044 _ 04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (506kB)
[img] Text
07. Farhana Wandari _ 1111180044 _ 05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (506kB)
[img] Text
08. Farhana Wandari _ 1111180044 _ Reff.pdf
Restricted to Registered users only

Download (506kB)
[img] Text
09. Farhana Wandari _ 1111180044 _ Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (100kB)

Abstract

Marriage is a legal event that often occurs in human life where a man and a woman bind themselves legally to live together. Obtaining offspring and maintaining honor. Underage marriages are marriages carried out by a man and a woman whose age is both below the minimum limit stipulated by law. How is underage marriage with identity falsification and what are the legal consequences of identity falsification in marriage. The impact on parents and children, especially on children, will have an impact on reproductive health. From a social perspective, namely reducing interaction with peers, and losing the opportunity to get higher education. Theoretical use and practical use, this study uses the theory of legal consequences because it obtains the desired result by the perpetrators of an event while for the theory of legal protection for the protection of society from arbitrary actions by authorities that are not in accordance with the provisions. rule of law. The research method used is juridical-empirical or empirical legal research, which is reviewed from empirical facts taken from human behavior. both verbal obtained from interviews and real behavior carried out through direct observation. Special analytical descriptive research originating from primary law and secondary law, qualitative research analysis was conducted at the Sultan Ageng Tirtayasa University Library, Public Library of Banten Province, and interviews with the public. Underage marriage is a social phenomenon that is influenced by the culture it adheres to, and has an impact on both parents and children. It is better if before marriage you have to understand the existing regulations and village officials to be more careful in giving permission to people who are going to get married. (a special study in Ciputri Village, Kaduhejo District, Pandeglang Regency)

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorTahir, Palmawati195902031986012002
Thesis advisorAsnawi Rohani, Aceng196010251990031001
Additional Information: Perkawinan merupakan peristiwa hukum yang sering terjadi dalam kehidupan manusia dimana seorang pria dan seorang wanita mengikatkan diri secara sah untuk hidup bersama. Memperoleh keturunan dan menjaga kehormatan. Perkawinan di bawah umur adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan yang umurnya sama-sama di bawah batas minimal yang ditentukan undang-undang. Bagaimana perkawinan di bawah umur dengan pemalsuan identitas dan apa akibat hukum dari pemalsuan identitas dalam perkawinan. Dampaknya bagi orang tua dan anak terutama pada anak akan berdampak pada kesehatan reproduksi. Dari segi sosial yaitu mengurangi interaksi dengan teman sebaya, dan kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Penggunaan teoritis dan penggunaan praktis, penelitian ini menggunakan teori akibat hukum karena memperoleh akibat yang diinginkan oleh pelaku suatu peristiwa sedangkan untuk teori perlindungan hukum untuk perlindungan masyarakat dari tindakan sewenang-wenang oleh penguasa yang tidak sesuai dengan ketentuan. ketentuan. aturan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis-empiris atau empiris-hukum yang ditinjau dari fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia. baik verbal diperoleh dari wawancara maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui observasi langsung. Penelitian deskriptif analitis khusus yang bersumber dari hukum primer dan hukum sekunder, analisis penelitian kualitatif dilakukan di Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Perpustakaan Umum Provinsi Banten, dan wawancara dengan masyarakat. Perkawinan di bawah umur merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh budaya yang dianutnya, dan berdampak baik bagi orang tua maupun anak. Sebaiknya sebelum menikah harus memahami peraturan yang ada dan aparat desa lebih berhati-hati dalam memberikan izin kepada orang yang akan menikah. (Studi kasus didesa ciputri kecamatan kaduhejo kabupaten pandeglang)
Uncontrolled Keywords: Underage marriage, Falsification of Identity Perkawinan anak dibawah umur, Pemalsuan Identitas
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 01-Fakultas Hukum
01-Fakultas Hukum > 74201-Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Farhana wandari
Date Deposited: 08 Aug 2023 14:16
Last Modified: 08 Aug 2023 14:16
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/27667

Actions (login required)

View Item View Item