Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISIS YURIDIS TERHADAP STATUS PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DAN STATUS ANAK AKIBAT DITOLAKNYA PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ALASAN TIDAK ADANYA ITIKAD BAIK OLEH PENGADILAN AGAMA TAIS (Studi Penetapan Nomor 47/Pdt.P/2021/PA.Tas

MEITA PUTRI, ALIFIA (2023) ANALISIS YURIDIS TERHADAP STATUS PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DAN STATUS ANAK AKIBAT DITOLAKNYA PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ALASAN TIDAK ADANYA ITIKAD BAIK OLEH PENGADILAN AGAMA TAIS (Studi Penetapan Nomor 47/Pdt.P/2021/PA.Tas. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text (SKRIPSI_FULL TEXT)
Alifia Meita Putri_1111190217_FullText.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text (SKRIPSI_01)
Alifia Meita Putri_1111190217_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (SKRIPSI_02)
Alifia Meita Putri_1111190217_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB)
[img] Text (SKRIPSI_03)
Alifia Meita Putri_1111190217_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (412kB)
[img] Text (SKRIPSI_04)
Alifia Meita Putri_1111190217_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text (SKRIPSI_05)
Alifia Meita Putri_1111190217_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (211kB)
[img] Text (SKRIPSI_LAMP)
Alifia Meita Putri_1111190217_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI_REF)
Alifia Meita Putri_1111190217_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB)

Abstract

Itsbat nikah is a solution to marriage under legal authorization. An application for itsbat nikah is not always granted by the judge, the judge can refuse if it does not fulfil the requirements for itsbat nikah. Based on decision No 47/Pdt.P/2021/PA.Tas the applicants applied for itsbat nikah to obtain a marriage book. However, the application was rejected by the judge on the grounds that there was no good faith. The identification of the problem in this study is whether the judge's consideration in deciding the case of an application for itsbat nikah which was rejected on the grounds of "lack of good faith" and what are the legal consequences for the status of the marriage under legal authorization and the status of the child due to the rejection of the application for itsbat nikah on the grounds of "lack of good faith". The theory used in this research is the theory of legal certainty and the theory of justice. The research method used is normative juridical, with specifications in the form of a law approach and a case approach. The data source is secondary data, with literature study data collection techniques and data analysis used is descriptive qualitative and the research location used is the Sultan Ageng Tirtayasa University Library. The conclusion of this study is that the refusal of itsbat nikah by the judge causes the applicants not to obtain legal certainty regarding the marital status and the status of the children of the applicants. In addition, the legal effect of the rejection of the application for itsbat nikah by the judge is that the marital status of the applicants remains in the status of the marriage under legal authorization and the status of the applicant's child becomes an extramarital child, this of course creates injustice to the rights that the applicants and their children should receive. The suggestion from this research is that judges should prioritise their objectivity by referring to Article 7 paragraph (3) letter (e) KHI, furthermore, in considering a case judges need to look for other evidence such as proving the recognition of the applicants by presenting the local KUA as a witness to examine the application of Circular Letter No. P4/DJ.III/H: P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 at the local KUA and educate the applicants that marriage is a sacred matter so that it must be pursued to the maximum.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorTAHIR, PALMAWATI195902031986012002
Thesis advisorMUSLIH, MUHAMAD198809052020121002
Additional Information: Itsbat nikah merupakan solusi atas perkawinan di bawah tangan. Permohonan itsbat nikah tidak selalu dikabulkan oleh hakim, hakim dapat menolak apabila tidak memenuhi syarat itsbat nikah. Berdasarkan penetapan No 47/Pdt.P/2021/PA.Tas para pemohon mengajukan permohonan itsbat nikah untuk mendapatkan buku nikah. Namun, permohonan tersebut ditolak hakim dengan alasan tidak adanya itikad baik. Identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu apakah pertimbangan hakim dalam memutus perkara pemohonan itsbat nikah yang ditolak dengan alasan “tidak adanya itikad baik” dan apa akibat hukum terhadap status perkawinan dibawah tangan dan status anak akibat ditolaknya permohonan itsbat nikah dengan alasan “tidak adanya itikad baik”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori kepastian hukum dan teori keadilan. Metode penelitian yang dipakai yaitu yuridis normatif, dengan spesifikasi berupa pendekatan Undang-Undang dan pendekatan kasus. Sumber datanya yaitu data sekunder, dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif serta lokasi penelitian yang digunakan adalah Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penolakan itsbat nikah oleh hakim menyebabkan para pemohon tidak mendapatkan kepastian hukum terhadap status perkawinan dan status anak dari para pemohon. Selain itu, akibat hukum dari ditolaknya permohonan itsbat nikah oleh hakim adalah status perkawinan para pemohon tetap pada status perkawinan dibawah tangan dan status anak para pemohon menjadi anak luar nikah, hal ini tentunya menimbulkan ketidakadilan atas hak hak yang seharusnya diterima para pemohon dan juga anaknya. Saran dari penelitian ini yaitu seharusnya hakim perlu mengedepankan sisi objektifitasnya dengan mengacu pada Pasal 7 ayat (3) huruf (e) KHI, selanjutnya, dalam menimbang suatu perkara hakim perlu mencari alat bukti lain seperti membuktikan pengakuan dari para pemohon dengan menghadirkan pihak KUA setempat sebagai saksi untuk memeriksa penerapan SE No: P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 pada KUA setempat dan mengedukasi para pemohon bahwa perkawinan merupakan hal yang sakral sehingga harus diupayakan secara maksimal.
Uncontrolled Keywords: marriage, marriage under legal authorization, itsbat nikah perkawinan, perkawinan di bawah tangan, itsbat nikah
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 01-Fakultas Hukum > 74201-Program Studi Ilmu Hukum
01-Fakultas Hukum
Depositing User: Alifia Meita Putri
Date Deposited: 03 Aug 2023 14:32
Last Modified: 03 Aug 2023 14:32
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/27588

Actions (login required)

View Item View Item