Efendi, Santi Dewi (2026) ANALISIS KINERJA FILTER BERBASIS SELULOSA UNTUK MENANGKAP GAS CO DARI PEMOTONGAN LASER CUTTING AKRILIK. Master thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
|
Text (Bab 1)
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 2)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) |
|
|
Text (Bab 3)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 4)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 5)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (486kB) |
Abstract
Eskalasi emisi karbon monoksida (CO) dari aktivitas industri, khususnya pada proses pemotongan laser cutting akrilik menuntut adanya pengembangan media filtrasi yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja filter selulosa hasil cetak 3D dalam menangkap gas CO dengan variasi ketebalan (0,5 mm; 1,0 mm; 1,5 mm), persentase infill (70%, 80%, 90%), dan melakukan pendekatan perhitungan matematis berbasis difusi. Metode yang digunakan adalah eksperimental-analitis dengan mengukur parameter aliran seperti kecepatan alir dan penurunan tekanan (pressure drop), serta menganalisis diameter pori menggunakan perangkat lunak ImageJ. Efisiensi penyerapan CO dianalisis menggunakan model difusi efektif dengan mempertimbangkan faktor porositas dan kerumitan jalur udara (tortuosity). Temuan menunjukkan bahwa peningkatan persentase infill berkorelasi signifikan dengan pengecilan ukuran pori dan peningkatan densitas struktur filter. Studi ini mengungkapkan adanya perbedaan antara teori klasik serat ideal dengan struktur nyata hasil cetak 3D, sehingga diperlukan rekalibrasi model menggunakan parameter media berpori. Setelah dilakukan koreksi, efisiensi total filter tercatat berada pada rentang 84,52% hingga 97,17%. Penurunan dari nilai teoretis ideal ini mengindikasikan adanya keterbatasan difusi pada struktur internal filter. Berdasarkan analisis data, konfigurasi ketebalan 1,0 mm dengan infill 90% diidentifikasi sebagai parameter paling optimal dengan efisiensi mencapai 97,17%. Konfigurasi tersebut memberikan keseimbangan terbaik antara kapasitas penangkapan CO, stabilitas struktural, dan hambatan aliran yang terkendali. Penelitian ini menegaskan bahwa model serat klasik memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan kinerja filter hasil manufaktur aditif, sehingga integrasi parameter media berpori menjadi krusial untuk menghasilkan pemodelan yang lebih realistis.
| Item Type: | Thesis (Master) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery | |||||||||
| Depositing User: | Perpustakaan FT | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 01:43 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jan 2026 01:43 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/26498 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
