Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU ANNEALING DUA TAHAP PADA LAPISAN PEROVSKITE TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI SEL SURYA PEROVSKITE ITO/a-Fe2O3/PC60BM/CH3NH3PbI3-xClx./PEDOT:PSS/Ag

Anhar Wardana, Fahri (2022) PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU ANNEALING DUA TAHAP PADA LAPISAN PEROVSKITE TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI SEL SURYA PEROVSKITE ITO/a-Fe2O3/PC60BM/CH3NH3PbI3-xClx./PEDOT:PSS/Ag. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text (SKRIPSI)
Fahri Anhar Wardana_3334180019_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_01.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_02.pdf

Download (967kB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_03.pdf

Download (82kB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_04.pdf

Download (445kB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_05.pdf

Download (54kB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_Ref.pdf

Download (195kB)
[img] Text
Fahri Anhar Wardana_3334180019_Lamp.pdf

Download (1MB)

Abstract

Energi saat ini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan energi semakin lama akan semakin naik sedangkan sumber energi utama sekarang berasal dari fosil yang tidak terbarukan, oleh karena itu dibutuhkan energi baru terbarukan untuk tetap memenuhi kebutuhan energi. Indonesia terletak pada garis katulistiwa dimana mendapatkan sinar matahari yang berlimpah sepanjang tahun, sehingga penggunaan sel surya merupakan alternatif sumber energi terbarukan yang paling potensial di Indonesia. Sel surya memiliki perkembangan yang sangat pesat dan hingga saat ini sudah berkembang hingga tiga generasi. Sel surya perovskite (PSC) menggunakan struktur organik dari bahan polimer yang menjadikanya alternatif untuk sel surya silikon yang dapat menunjukkan Power Convertion Efficiency (PCE) sebesar 22,1%. Perovskite (CH3NH3PbI3-xClx) merupakan lapisan yang penting dalam PSC dimana annealing pada perovskite dapat kualitas dari lapisan perovskite. Proses annealing dua tahap mempunyai kelebihan dapat lebih mengontrol struktur butir yang terbentuk, pada annealing ini dilakukan annealing pertama dan kedua dengan dipanaskan bertahap dimana temperatur annealing pertama lebih rendah dari annealing kedua. Guna mengetahui pengaruh waktu dan temperatur annealing maka dilakukan penelitian fabrikasi sel surya perovskite dengan variasi temperatur annealing kedua sebesar 80OC, 100OC, dan 120OC serta waktu 5 menit, 15 menit, dan 25 menit untuk mendapatkan nilai PCE yang besar serta mengamati karakteristik dari masing-masing sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Penggunaan temperatur 100oC merupakan temperatur yang optimal sehingga menghasilkan absorbansi dan nilai PCE tertinggi. PCE optimum yang didapatkan sebesar 4,109 % yang diperoleh dengan variasi waktu 25 menit dan temperatur 100oC. Temperatur dan waktu annealing dua tahap dapat mempengaruhi kualitas dari solar sel, seperti device properties, absorbansi, thickness, band gap, serta morfologi butir yang dihasilkan. Kata Kunci : Energi, Perovskite, temperatur, waktu, dan annealing

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorTRENGGONO, ADHITYA197804102003121001
Thesis advisorRAMA DENNY, YUS198206222009121002
Additional Information: Energi saat ini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan energi semakin lama akan semakin naik sedangkan sumber energi utama sekarang berasal dari fosil yang tidak terbarukan, oleh karena itu dibutuhkan energi baru terbarukan untuk tetap memenuhi kebutuhan energi. Indonesia terletak pada garis katulistiwa dimana mendapatkan sinar matahari yang berlimpah sepanjang tahun, sehingga penggunaan sel surya merupakan alternatif sumber energi terbarukan yang paling potensial di Indonesia. Sel surya memiliki perkembangan yang sangat pesat dan hingga saat ini sudah berkembang hingga tiga generasi. Sel surya perovskite (PSC) menggunakan struktur organik dari bahan polimer yang menjadikanya alternatif untuk sel surya silikon yang dapat menunjukkan Power Convertion Efficiency (PCE) sebesar 22,1%. Perovskite (CH3NH3PbI3-xClx) merupakan lapisan yang penting dalam PSC dimana annealing pada perovskite dapat kualitas dari lapisan perovskite. Proses annealing dua tahap mempunyai kelebihan dapat lebih mengontrol struktur butir yang terbentuk, pada annealing ini dilakukan annealing pertama dan kedua dengan dipanaskan bertahap dimana temperatur annealing pertama lebih rendah dari annealing kedua. Guna mengetahui pengaruh waktu dan temperatur annealing maka dilakukan penelitian fabrikasi sel surya perovskite dengan variasi temperatur annealing kedua sebesar 80OC, 100OC, dan 120OC serta waktu 5 menit, 15 menit, dan 25 menit untuk mendapatkan nilai PCE yang besar serta mengamati karakteristik dari masing-masing sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Penggunaan temperatur 100oC merupakan temperatur yang optimal sehingga menghasilkan absorbansi dan nilai PCE tertinggi. PCE optimum yang didapatkan sebesar 4,109 % yang diperoleh dengan variasi waktu 25 menit dan temperatur 100oC. Temperatur dan waktu annealing dua tahap dapat mempengaruhi kualitas dari solar sel, seperti device properties, absorbansi, thickness, band gap, serta morfologi butir yang dihasilkan. Kata Kunci : Energi, Perovskite, temperatur, waktu, dan annealing
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: Fahri Anhar Wardana
Date Deposited: 21 Jun 2023 15:13
Last Modified: 21 Jun 2023 15:13
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/15864

Actions (login required)

View Item View Item