Anastashya Anggraini, Anastashya and Dalimunthe, Raudah Zaimah and Nurmala, Dwi Nurmala (2021) PANDUAN PERLAKUAN PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI PERILAKU AGRESIF SISWA. Media Edukasi Indonesia, Media Edukasi Indonesia. (Submitted)
|
Text
Panduan Perlakuan Konseling Kelompok dengan Teknik Self-management untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa_ Anastashya_compressed.pdf Download (9MB) |
Abstract
Perilaku kekerasan yang sering terjadi dalam lingkungan sekitar, yakni lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Tindakan kekerasan yang terjadi berupa secara verbal dan non verbal. Adapun sebab yang mensugesti siswa berperilaku agresif, diantaranya adalah keluarga. Keluarga berperan penting untuk mengajarkan perilaku-perilaku yang baik dan memberi contoh yang baik untuk menghindari perilaku agresif. Perilaku agresif sering ditemui pada peserta didik yang mempunyai permasalahan pada dirinya, dan berperilaku agresif. Perilaku agresif bukan hanya ucapan atau lisan bahkan siswa dapat berperilaku agresif secara non verbal. Banyak siswa yang berbicara dan berperilaku tidak baik, misalnya secara verbal, siswa berbicara menggunakan kata-kata yang tidak baik, dan secara non verbal siswa memukul, menendang, merusak barang orang lain, membahayakan orang lain, dan berkelahi dengan teman hanya karena permasalahan yang kecil. Persoalan yang dihadapi peserta didik tidak hanya persoalan pribadi, tetapi juga persoalan profesional dan sosial. Persoalan tersebut dapat mensugesti sikap, serta pembelajaran disekolah. Papalia, dkk (Putro, 2017:25) Masa remaja merupakan masa peralihan tumbuh kembang peserta didik, yang diantaranya peralihan dari masa anak-anak hingga dewasa, yang secara global dimulai pada umur 12tahun atau 13 tahun dan berakhir pada umur belasan atau awal dua puluh tahun. Teressa M, dkk (Diananda, 2018:18) pada tahapan ini proses pertumbuhan serta perubahan terjadi dengan cepat, proses kemandirian, mengetahui ciri-ciri diri, serta pola pikir menjadi logis, tak terbentuk dan idealistis. Siswa SMP/MTS secara umum berusia 12/13- 16 tahun. Keberhasilan siswa menuntaskan tugas perkembangan akan mengantarkan ke dalam keadaan penyesuain lingkup sosial yang benar untuk kehidupannya. Tetapi bila peserta didik tidak berhasil dalam proses pertumbuhan akan ada kemungkinan peserta didik melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti melakukan kejahatan, serta kekerasan, dan kurang mampu dalam berteman dengan individu lain serta melancarkan memeritah secara semaunya. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh siswa mengarah pada tindakan perilaku agresif.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education U Military Science > U Military Science (General) |
| Divisions: | 02-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > 86201-Jurusan Bimbingan dan Konseling |
| Depositing User: | Raudah Zaimah Dalimunthe |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 08:17 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 08:17 |
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/14357 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
