Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

SERAPAN HARA P YANG DITETAPKAN DENGAN TEKNIK ISOTOP 32P DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA KONSORSIUM INOKULAN BPF DAN JENIS PUPUK FOSFOR

HIDAYAT, DEDE (2015) SERAPAN HARA P YANG DITETAPKAN DENGAN TEKNIK ISOTOP 32P DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA KONSORSIUM INOKULAN BPF DAN JENIS PUPUK FOSFOR. S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text
SERAPAN HARA P YANG DITETAPKAN DENGAN TEKNIK ISOTOP 32P DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) AKIBAT PEMBE~2.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

The need for rice as a staple food of Indonesian society currently increased along with the higher population growth, but this was not accompanied by a sufficient supply of rice. The purpose of this experiment was to determine the best dose of the combination of PSB inoculants and the type of P fertilizer on the growth of the rice crop. The experiment was conducted from November 2014 until January 2015 in the experimental garden centers Isotopes and Radiation Technology Applications - BATAN, Jakarta. The method used was randomized block design factorial pattern and repeated three times. The first factor is the type and dose of PSB inoculants with seven dose level of 0; 1 kg ha�1 Bacillus; 2 kg ha�1 Bacillus; 1 kg ha�1 Pseudomonas; 2 kg ha�1 Pseudomonas; a combination of 1 kg ha�1 Bacillus and Pseudomonas and the combination of 2 kg ha-1 Bacillus and Pseudomonas. The second factor is the type of P fertilizer with three levels doses of 0; 150 kg of Natural Phosphate and 100 kg ha-1 of SP-36. 32P isotope technique with A-value method is used to determine the available P and P in the crop-derive. The results showed the effect of interaction occurs between dose combination of 1 kg ha-1 Bacillus and Pseudomonas inoculants and 100 kg ha-1 SP-36 fertilizer. But for other variables such as crop height independently affected by dose combination of 2 kg ha-1 Bacillus and Pseudomonas inoculants, which gives an average of 108.17 cm crop height and to variable levels of P in the crop that gives the average P content of 2.36 mg P g-1 crops sample.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorNurmayulis, Nurmayulis196311182001122001
Thesis advisorFirnia, Dewi197805302003122002
Additional Information: Kebutuhan akan padi sebagai bahan pokok makanan masyarakat Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, tetapi kebutuhan itu tidak diiringi dengan suplai padi yang mencukupi. Sehingga dengan keadaan ini mendorong untuk dilakukan penelitian agar kebutuhan itu terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis terbaik dari kombinasi inokulan BPF dan jenis Pupuk P terhadap pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilakukan dari bulan November 2014 sampai dengan Januari 2015 di kebun percobaan Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi – BATAN, Jakarta. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu jenis dan dosis Inokulan BPF dengan tujuh taraf dosis yaitu 0; Bacillus 1 kg ha�1 ; Bacillus 2 kg ha�1 ; Pseudomonas 1 kg ha�1 ; Pseudomonas 2 kg ha�1 ; kombinasi Bacillus dan Pseudomonas 1 kg ha�1 dan kombinasi Bacillus dan Pseudomonas 2 kg ha-1 . Faktor kedua yaitu jenis pupuk P dengan tiga taraf dosis yaitu 0; 150 kg Fosfat Alam dan 100 kg SP-36 ha�1 . Sebagai tanaman uji digunakan padi sawah varietas Inpari Sidenuk. Teknik isotop 32P dengan metode A-value digunakan untuk menentukan P-tersedia dalam tanaman dan P-berasal dari berbagai sumber dari masing-masing perlakuan yang dilakukan pada fase akhir vegetatif tanaman. Hasil penelitian menunjukan terjadi efek interaksi antara dosis kombinasi Inokulan Bacillus dan Pseudomonas 1 kg ha-1 dan pupuk SP-36 100 kg ha-1 terhadap variabel jumlah rumpun tanaman dan cenderung berpengaruh terhadap bobot kering tanaman dan serapan P dalam tanaman. Namun untuk variabel lain seperti tinggi tanaman secara mandiri dipengaruhi oleh dosis kombinasi inokulan Bacillus dan Pseudomonas 2 kg ha-1 yang memberikan rata-rata tinggi tanaman 108,17 cm dan terhadap variabel kandungan P dalam tanaman yang memberikan rata-rata kandungan P 2,36 mg P g�1 contoh tanaman. Teknik isotop 32P dapat merinci serapan P dalam tanaman yang berasal dari berbagai sumber P di dalam tanah, dinyatakan sebagai P berasal dari tanah, P berasal dari isotop 32P, P berasal dari inokulan BPF dan P berasal dari pupuk P.
Uncontrolled Keywords: PSB, P fertilizer, 32P Isotope Technique and Ultisols BPF, Pupuk P, Teknik Isotop 32P dan Ultisols
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: 04-Fakultas Pertanian
04-Fakultas Pertanian > 54211-Program Studi Agroekoteknologi
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 24 Mar 2022 10:45
Last Modified: 24 Mar 2022 10:45
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/10591

Actions (login required)

View Item View Item