Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PENGARUH HIDROLISIS ASAM & JUMLAH SACCHAROMYCES CEREVICIAE DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot utilissima)

Anggraini, Fitria and Sakinah, Siti (2022) PENGARUH HIDROLISIS ASAM & JUMLAH SACCHAROMYCES CEREVICIAE DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot utilissima). S1 thesis, Universitas sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (Skripsi)
Laporan Penelitian_Siti&Fitri_2021 new.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Kulit singkong merupakan salah satu limbah pertanian yang dapat dengan mudah diperoleh dari industri-industri rumahan. Salah satu pengolahan limbah kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai bioenergi beupa bioetanol. Tujuan dilakukan penelitian adalah menghasilkan bioetanol dari kulit singkong dengan variasi hidrolisis asam lemah dan asam kuat serta penambahan ragi dengan menggunakan Saccharomyces cereviciae. Pada penelitian ini dilakukan hidrolisis asam lemah dan asam kuat dan jumlah ragi dengan variasi 1 gram; 1,5 gram dan 2 gram. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sampel H2SO4 1% menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 1,25 ppm. Kadar etanol terbesar yang dihasilkan adalah pada sampel H2SO4 dengan jumlah Saccharomyces cereviciae 2 gr sebesar 25,25%.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorSulaiman, Fatah196810062001121002
Additional Information: Kulit singkong merupakan salah satu limbah pertanian yang dapat dengan mudah diperoleh dari industri-industri rumahan. Salah satu pengolahan limbah kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai bioenergi beupa bioetanol. Tujuan dilakukan penelitian adalah menghasilkan bioetanol dari kulit singkong dengan variasi hidrolisis asam lemah dan asam kuat serta penambahan ragi dengan menggunakan Saccharomyces cereviciae. Pada penelitian ini dilakukan hidrolisis asam lemah dan asam kuat dan jumlah ragi dengan variasi 1 gram; 1,5 gram dan 2 gram. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sampel H2SO4 1% menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 1,25 ppm. Kadar etanol terbesar yang dihasilkan adalah pada sampel H2SO4 dengan jumlah Saccharomyces cereviciae 2 gr sebesar 25,25%.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 24201-Jurusan Teknik Kimia
Depositing User: Mrs. Fitria Anggraini
Date Deposited: 08 Dec 2022 09:50
Last Modified: 08 Dec 2022 09:50
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/15595

Actions (login required)

View Item View Item